Obsesi Rama Runtuhkan PKS Lewat PDIP, Realita: Nggak Dianggap PDIP

- Juli 02, 2020

Aktivis yang bakal calon Wali Kota Depok, Rama Pratama mengaku siap mengalahkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Depok. Padahal dirinya adalah mantan kader PKS.

"Saya sudah mendaftar dan diterima di DPP PDIP. Saya optimis dapat rekomendasi resmi untuk dijadikan calon Wali Kota Depok dari PDIP,” kata dia Depok Media Center (DMC) di Hotel Bumi Wiyata (BW) Depok, Sabtu (27/6/2020) lalu.

"Saya ini aktivis yang nasionalis. PDIP merupakan partai nasionalis yang komit menjaga NKRI. Itu yang menjadi kecocokan saya, selain memang PDIP sebagai salah satu partai dari 3 partai yang bisa langsung mengusung calon Wali Kota Depok. Saat ini saya masih terus menjalin komunikasi dengan pengurus DPP PDIP,” tutur Rama.

Dia mengaku punya modal aktivis dan politikus yang cukup dikenal dan akan mampu mengalahkan pejawat dari PKS yang sudah 3 periode berkuasa di Kota Depok.

“Saya cukup lama jadi kader PKS, jadi saya tahu strategi untuk menghentikan hegemoni PKS di Kota Depok. Jadi, saya siap memenangkan PDIP untuk memimpin Kota Depok,” kata Anggota DPR RI dari PKS 2004-2009 itu.

Pihak PDIP melalui Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Hendrik Tangke Allo menegaskan bahwa calonnya bukanlah Rama Pratama.

“Kalau bicara mekanisme di DPP PDI Perjuangan sudah tidak mungkin ada nama lain selain Pradi-Afifah,” tegas Hendrik kepada Jurnal Depok, Ahad (28/6).

Ditegaskannya, keputusan pleno DPP yang dihadri Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Hj Megawati Soekarno Putri sudah menetapkan dan merekomendasikan untuk pasangan Pradi-Afifah.

"Kalau ada komentar di luar yang mengatakan masih bisa digoyang, mereka tidak paham mekanisme atau aturan di PDI Perjuangan yang kami junjung tinggi. Bahwa keputusan tertinggi adalah keputusan pleno,” ujarnya.

“Kami enggak bisa melarang, siapapun yang mengklaim itu. Tapi faktanya adalah yang disampaikan ke kami di PDI Perjuangan Kota Depok untuk mengamankan apa yang sudah diplenokan di dalam rapat DPP terkait kandidat yang kami usung Pradi-Afifah. Artinya koalisi PDIP-Gerindra sudah final,” ungkapnya.


Advertisement

1 komentar:

avatar

Orang ini cinta dunua kental sekali


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search