Megawati Sempat Bilang Jika Ingin Ubah Pancasila Dipersilakan Keluar Indonesia

- Juni 21, 2020

Sebelum ramai rancangan undang-undang HIP, Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri pernah menyinggung kelompok yang ingin mengganti ideologi Pancasila.

"Pancasila dihormati begitu banyak negara, siapa yang sudah ke luar negeri? Boleh tanya ke Arab Saudi tanya," ujar Mega dalam pidatonya dalam acara Internalisasi dan Pembumian Pancasila dan Penguatan Wawasan Kebangsaan di Lingkungan Kemensos, Gedung Konvensi TMPN Kalibata, Jakarta, Senin (9/12) tahun lalu.

"Sementara ini malah ada orang yang berkeinginan mengubah ideologi kita, mengubah ketatanegaraan kita, ingin membuat sebuah negara yang menyebut katanya negara khilafah," kata dia, melanjutkan.

Megawati mengatakan negara khilafah sudah bubar sejak lama. Contohnya Suriah, Iran, Libya, dan Mesir sudah tidak ada khilafah.

"Mereka yang ingin membangun negara yang katanya namanya khilafah, yang namanya khilafah itu sudah gak ada, bubar. Baca sejarah, ketika Turki menjadi republik, kalau ndak percaya sini, bilang Bu Mega bohong, saya kan baca sejarah loh," ujar dia.

Ia mengatakan negara khilafah sudah bubar sejak lama. Contohnya Suriah, Iran, Libya, dan Mesir sudah tidak ada khilafah.

"Mereka yang ingin membangun negara yang katanya namanya khilafah, yang namanya khilafah itu sudah nggak ada, bubar. Baca sejarah, ketika Turki menjadi republik, kalau ndak percaya sini, bilang Bu Mega bohong, saya kan baca sejarah loh," ujar dia.

Ia menyebutkan jika ideologi Indonesia sudah mantap, penuh dengan kasih sayang dan toleransi di tengah keberagaman, mengapa harus diubah?

"Kalian gak mau berpikir, jadi untuk apa hidup di Indonesia ini? Jangan rusak Indonesia, tolong. Pergilah kalian," ujar dia bernada tinggi.


Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search