Keras, Ust Tengku: Kalau Jokowi Wafat Kyai Maruf Jadi Presiden, Baru Saya Bantu

- Juni 23, 2020

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ustaz Tengku Zulkarnain  membeberkan alasan mengapa dirinya tidak mendukung Joko Widodo (Jokowi) saat Pilpres 2019 lalu, meski wakil Jokowi adalah Ketua MUI Maruf Amin.

Ustaz Tengku Zul mengaku dirinya tidak cocok dengan Joko Widodo karena dilatarbelakangi oleh PDI-P. Ia juga menyatakan bahwa dirinya baru akan mendukung jika Maruf Amin yang maju menjadi presiden.

"Kalau Kyai Maruf jadi presiden saya tim kampanyenya, pakai duit saya," kata Ustaz Tengku Zul pada tayangan kanal YouTube Refly Harun yang diunggah pada Senin, (22/6/2020).

Karena ada Presiden Jokowi di samping Maruf Amien, maka ia hanya bisa memberi dukungannya separoh saja.

"Tapi ada Jokowi di situ ya separuh-separuh. Kalau Jokowi wafat Kyai Maruf jadi presiden, baru saya banyak membantu. Tapi kalau salah tetap kritik," ucap Ust Tengku Zul.

Refly Harun tampak sedikit kaget, "Wah ini pernyataan keras, nih."

"Saya memang begitu sama Kyai Maruf, saya kalo sama Kyai Maruf tanpa risau. Saya bergaul 22 tahun sama Kyai maruf beliau ketua umum, saya wakil sekjend," kata Ustaz Tengku Zul.

"Tetapi saya enggak mau sama Pak Jokowi, karena di belakang Pak Jokowi siapa? Saya enggak cocok. Ada PDIP di situ kan saya enggak cocok," jelas Tengku Zul.

Ia menjelaskan alasan ketidakcocokannya dengan PDIP yang dinilainya tidak memiliki sikap dalam memperjuangkan agama. Ia lantas menyinggung soal sikap DPR dari fraksi partai berlogo banteng tersebut yang memilih walkout dalam pembahasan UU Pornografi dan UU Pendidikan.


Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search