Gerindra Sebut PKI Adalah Isu yang Dimunculkan Kadrun

- Juni 18, 2020
Waketum Gerindra Arief Poyuono menyebut PKI dimunculkan 'kadrun' atau kadal gurun. Pernyataan tersebut menuai polemik hingga berujung ramainya tagar #TenggelamkanGerindra di Twitter.

Poyuono saat itu menjadi narasumber yang diwawancarai oleh channel YouTube.
Poyuono menjawab sejumlah pertanyaan. Berikut ini petikan wawancara Poyuono soal PKI yang kemudian menyinggung 'kadrun':

Tentang kebangkitan PKI. Ini benar ada atau nggak?
Nggak ada, itu cuma isu-isu bohong aja. Isu-isu itu sebenarnya hanya untuk mendelegitimasi Kangmas Jokowi, yang selalu dituduh apapun dia seakan-akan dia ada hubungannya sama PKI. Seperti itu kan aneh, munculnya itu di eranya Pak Jokowi aja. Dulu era SBY nggak ada, era Mega nggak ada, ini kan aneh.

Siapa yang atau kelompok orang yang memunculkan itu?
Yang pasti ini adalah kadrun, kadrun kadrun ya yang pasti. Yang kedua mungkin orang-orang yang tidak menginginkan adanya perdamaian di Indonesia, yang selalu ingin mengacau yang selalu ingin mendiskreditkan pemerintah yang sah dan konstitusional dengan isu-isu PKI.

Tapi kebangkitan PKI tidak ada?
Tidak ada. Siapa yang PKI? Sangat dijamin. Di mana? Nanti gerakan buruh lebih kenceng disebut PKI. Kan kacau. Nggak ada PKI.

 jadi bisa memastikan isu PKI itu tidak ada, hanya rekayasa kelompok tertentu?
Tidak ada. Mendelegitimate pemerintahan Pak Jokowi.

Yang disarankan ke Pak Jokowi untuk merespons dinamika sekarang ini?
Diem aja. Diem aja ngapain direspons.

Kebangkitan PKI hanya hoax...
Hoax dan mau mengacaukan Indonesia. Dan sayangnya nggak laku. Tiap tahun nggak laku. Rakyat nggak butuh itu.

Bicara tentang komunisme, masih laku?
Tidak, udah nggak laku.

Potensi PKI bangkit lagi ada peluang nggak?
Saya rasa nggak ada ya karena PKI itu sekarang sudah, bukan ajaran yang lama dari komunisme terus itu melakukan apa namanya teorinya tu sudah diperbarui, teori lamanya udah nggak lagi. Kalau teori barunya ya kita lihat sekarang China.

China sendiri sudah mengarah ke kapitalis. Nggak komunis murni cuma dalam hal hal kepentingan negara mereka menganut ajaran-ajaran komunis itu artinya untuk melindungi negara dan rakyatnya dia gunakan ideologi komunis itu. Tapi kalau untuk kegiatan ekonominya lebih liberal daripada kita.
----
Diketahui Dewan Pimpinan MUI menerbitkan maklumat Nomor Kep-1240/DP-MUI/VI/2020 menyikapi Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang akan segera dibahas DPR.
Dalam maklumat yang diikuti seluruh pimpinan wilayah MUI itu, MUI menyerukan penolakan pada RUU HIP karena tidak mencantumkan TAP MPRS Nomor 25/MPRS/1966 Tahun 1966 tentang Pembubaran PKI

"Pascareformasi, para aktivis dan simpatisannya (PKI) telah melakukan berbagai upaya untuk menghapus citra buruknya di masa lalu dengan memutarbalikkan fakta sejarah dan ingin kembali masuk dalam panggung kehidupan berbangsa dan bernegara," bunyi maklumat yang diteken Waketum MUI Muhyiddin Junaidi dan Sekjen Anwar Abbas, Jumat (12/6).



Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search