Dukung Prabowo, UAS Diperlakukan Buruk BUMN Hingga Keluar Biaya Mahal

- Juni 06, 2020

Pendakwah nasional Ustaz Abdul Somad mengaku sempat mendapatkan perlakuan yang buruk setelah menyatakan dukungan ke Prabowo di Pilpres 2019.

UAS menyebut sejumlah tindakan tak mengenakkan yang dialaminya itu datang dari perusahaan milik pemerintah, BUMN.

Mantan dosen UIN itu juga mengaku saat itu merasa bingung karena merasa hal yang dilakukannya bukanlah suatu kejahatan.
"Saya hanya melakukan yang perlu saya lakukan agar umat tidak menyalahkan saya di masa yang akan datang," ucap UAS secara terang-terangan dalam kanal YouTube Refly Harun, Sabtu (6/6/2020)

Ia menyatakan saat itu dirinya harus membayar mahal setelah mendeklarasikan dukungan untuk Prabowo.

"Agar saya tidak abu-abu, saya bersikap, saya punya prinsip walaupun di balik itu saya mesti membayar high cost, harga mahal," kata dia.

"Dengan bully, dengan kebencian, dengan putus persahabatan dan lain-lain," katanya melanjutkan.

Karena itu, setelah Prabowo masuk ke dalam pemerintahan, UAS mengaku tak kecewa.

"Jadi tidak ada kekecewaan sedikitpun," imbuhnya.

Di antara kejadian tak mengenakkan itu datang dari BUMN.

"Ada satu BUMN yang sudah menyiapkan 3 ribu nasi kotak, tiba-tiba membatalkan dua jam sebelum tabligh akbar," ucap UAS.

"Ada BUMN yang mengundang saya setahun sebelumnya untuk hari ulang tahun, dibatalkan seminggu sebelum hari-H."

Ia juga mengalami hal buruk lainnya yakni ibadah umroh yang sudah direncanakannya tiba-tiba dibatalkan.

"Ada yang sudah siap-siap untuk umroh bersama saya 600 orang, sudah siap tiketnya, sudah siap hotelnya, dibatalkan," sambungnya.



Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search