Soal ABK Indonesia di Kapal Cina, Kemenlu: Bukan Dibuang Tapi Dilarung

- Mei 08, 2020
Kementerian Luar Negeri mengatakan bahwa adanya kematian 4 anak buah kapal atau ABK Indonesia yang bekerja di kapal berbendera Cina adalah benar adanya.

"Ada 3 yang meninggal di laut dan 1 di rumah sakit di Korea Selatan," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah, pada Rabu (6/5/2020).

Faizasyah mengatakan jenazah tersebut bukan "dibuang".
"Istilahnya bukan 'pembuangan' tapi 'pelarungan jenazah' (burial at sea) dan ILO Seafarer’s Service Regulation telah mengatur prosedurnya," kata dia.

Insiden itu disebut terjadi di perairan Selandia Baru. Kementerian menuturkan masalah ini sudah ditangani oleh perwakilan Indonesia di tiga tempat yaitu Cina, Korea Selatan, dan Selandia Baru.

"Pelarungan jenazah dilakukan di perairan yang masuk wilayah kerja KBRI Selandia Baru. Kemudian, KBRI Beijing menindaklanjuti dengan pemerintah setempat dan KBRI Seoul yang mengurusi penanganan ABK Indonesia, termasuk pemulangan," kata Faizasyah.

Video kesaksian beberapa ABK asal Indonesia yang mengaku mendapat perlakuan tak pantas di sebuah kapal Cina sempat beredar. Mereka, misalnya, mengeluh tak mendapat air minum layak serta jam kerja memadai. Bahkan, dari video itu nampak seorang ABK asing melempar ke laut, jenazah pekerja Indonesia yang telah meninggal.


Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search