Yasonna Usul Napi Korupsi Dibebaskan Agar Korona Tak Menyebar

- April 02, 2020
Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly mengatakan telah menyiapkan rencana untuk mencegah penyebaran Covid-19 di dalam lapas. Satu di antaranya dengan membebaskan sejumlah narapidana dari lapas yang sudah melebihi kapasitas.

"Kami menyadari betul bahwa lapas yang overkapasitas kami sadari dampaknya jika ada yang sampai terpapar [Covid-19] di lapas," kata Yasonna dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR RI pada Rabu (1/4/2020).

Kementerian Hukum dan HAM sendiri telah mengeluarkan Peraturan Menkumham Nomor 10 tahun 2010 dan Keputusan Kemenkumham No.19/PK/01/04/2020 untuk mengeluarkan sejumlah narapidana. Yasonna memproyeksikan, sekitar 30-35 ribu narapidana bisa dikeluarkan dengan beleid ini.

Hingga hari ini, Rabu (1/4/2020) pukul 11.00 WIB, total ada 5.556 warga binaan yang telah dikeluarkan. Ia menargetkan, proses pelepasan bisa rampung dalam waktu seminggu.

"Tentu ini tidak cukup," kata Yasonna.

Ia mengaku akan merevisi Peraturan Pemerintah nomor 99 tahun 2012. Rencananya, akan ada narapidana dengan sejumlah kriteria yang akan dikeluarkan, antara lain narapidana kasus narkotika yang dihukum 5-10 tahun penjara dan telah menjalani 2/3 masa hukumannya. Nantinya, mereka akan menjalani asimilasi di rumah.

"Kami perkirakan 15.442 per hari ini datanya. Mungkin akan bertambah per hari," kata Yasonna.
Pernyataan Yasonna tersebut mendapatkan respons dari pakar komunikasi Iman Sjafei.
"Kalau gini ya Setya Novanto yg 64 tahun bakal bebas. Gila ya, wabah gini malah dimanfaatin buat yg ginian," ungkap Iman.


Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search