UAS Menjawab Soal Keluarga yang Ingin Urus Jenazah Covid-19

- April 01, 2020

"Apa hukum jenazah corona yang dibawa pulang ke rumah untuk famili, keluarga menatap supaya bisa dilihat keluarga?" kata Ustaz Abdul Somad (UAS) membacakan pertanyaan jamaah.

UAS lalu membacakan hadits Nabi Muhammad SAW:

فِرَّ مِنَ المجذومِ كما تَفِرُّ مِنَ الأسدِ

“Larilah dari penyakit kusta sebagaimana engkau lari dari singa” (HR. al-Bukhari).

"Mestinya dikuburkan," lanjut Ustaz Abdul Somad.

Menurut UAS ditakutkan jika jenazah terinfeksi corona dibawa ke keluarga nantinya pihak keluarga akan membuka plastik pembungkus dan menciumnya.

"Karena kalau dibawa dibungkus dengan plastik masih bisa dilihat wajahnya atau sekada dibuka, okelah. Tapi orang tidak akan kuat itu. Siapa yang bisa menjamin kecuali dikawal polisi. Nanti akan dibuka, dicium, menyebarlah penyakit," tutur UAS.

Mengurus jenazah adalah sunah Nabi Muhammad SAW yang hukumnya fardu kifayah. Mulai dari memandikan, mengkafankan, menyholatkan, menguburkan jenazah.

Tapi, lanjut UAS, perlu juga diperhatikan sunah nabi yang lain terkait wabah.

Menurut Rasulullah SAW, terang UAS, jika mendengar ada suatu wabah jangan datang dan bagi daerah yang sudah terjangkit wabah jangan keluar dari daerah itu.

"Sekarang sudah jelas ada di depan (corona). Lari kata nabi dari orang yang kena penyakit menular," tegas Ustaz Abdul Somad.

Jika memang pihak keluarga ingin melihat jenazah untuk terakhir kali, Ustaz Abdul Somad menawarkan solusi.

Pihak keluarga dekat diperbolehkan melihat wajah jenazah terakhir kalinya dengan catatan menjaga jarak dan tidak menyentuh.


Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search