Teruntuk Bucin Drakor Alay: Jangan Merasa Paling Korea deh!

- April 29, 2020



Saya greget dan gemas banget akhir- akhir ini sama bucin – bucinnya drama Korea. Mereka itu pada sombong alias songong dan sama sekali enggak ada etika terlebih sama emak – emak pendatang baru yang mulai suka sama drakor. Bucin drakor inilah yang membuat citra penikmat drakor lainnya menjadi ternoda. Kenapa?

Ok, saya akan beritahu alasannya. Jadi gini, di sebuah kolom komentar ada emak – emak yang ngakunya sudah menonton semua episode “The World of Married” sampai tamat, padahal yang saya tahu, kalau tidak salah baru sampai episode sepuluh atau sebelas. Nah, bucin ini ngasih tahu ke emak – emak itu kalau episode nya masih on going. Emak – emak ini ngotot bahwa dia udah nonton sampai tamat. Sampai pada akhirnya bucin ini menangkap layar percakapan mereka di kolom komentar atau istilahnya di screenshoot, kemudian hasil screenshoot percakapan mereka dia share di grup drakor. Nah hal seperti ini yang bikin saya erosi.

Saya yang baca postingan bucin ini sama sekali enggak respect. Captionnya seolah merendahkan emak – emak yang notabene hanya pendatang baru. Walaupun nama dan muka emak – emak itu ditutup sama bucin itu, tetap saja saya tak enak hati membacanya. Maksud dan tujuannya apa coba, mau nunjukin gitu sama orang – orang kalau bucin ini paling Korea dibanding yang lain? Paling tahu gitu soal perdrakoran? Atau mau membuat malu emak – emak itu? Atau jangan – jangan udah kehabisan ide buat posting di grup?.

Saya enggak tahu emak – emak itu termasuk anggota grup drakor itu atau bukan. Saya merasa kasihan saja sama emak – emak tersebut. Terlebih melihat respon dari anggota grup yang lain banyak yang menertawakan emak – emak tersebut. Saya menjadi semakin kasihan. Saya kepikiran emak saya yang di kampung. Apa jangan – jangan emak – emak itu emakku? Ah, nggak mungkin, emak ku tak main sosial media. Lha wong gawainya saja masih versi tulalit kok.

Saya lebih menghargai penyuka drakor yang menyalurkan kecintaan dan kehaluannya melalui sebuah tulisan, jujur saya lebih respect. Dibanding bucin alay yang membanding – bandingkan suami atau orang – orang terdekat dengan oppa Korea. Jelas beda brambang!

Suka herman saja sama bucin drakor alay yang sudah punya suami, tapi lebih mentingin oppa Korea dibanding suaminya. Hai Hallo, yang nafkahin lahir bathinmu bukan Lee Min Hoo, tapi suami mu Mas Tejo. Nih yah Mbak, kalau kamu pergi ke kondangan yang nganter bukan So ji Sub tapi suami mu, Mas Karyo. Suami mu pulang kerja mbak, mbok ya dibukakan pintunya. Jangan malah liatin Lee Min Hoo yang nggak kenal sama raimu mbak. Tapi jawabmu malah apa mbak? “Mbok ambyar hatiku kalau lagi fokus ke Min Hoo keganggu gara - garane bukakna lawang go bojo waktu mulih kerjo”. (Takut hancur hatiku kalau lagi fokus ke Min Hoo keganggu gara – gara buka pintu untuk suami waktu pulang).

Baca si mbaknya nulis gitu kok saya jadi ngenes yah. Marah. Ambyaarrrrrr.  Sadismu melebihi lagunya Afghan mbak. Kata – katamu kejam mbak, melebihi kejamnya Sumanto. Ah, mungkin saya nya aja yang lebay! Tapi mbaknya jauh lebih lebay! Ye kan?

Kasihan juga sama suaminya. Ya Allaah Gusti Pangeran, sampe sebegitunya kah? Bucin alay!

Jangan merasa paling korea deh!

Hai mbak, dan kalian bucin drakor alay, sebelum drakor merajalela, booming dan mendunia, ada drama Taiwan/ China yang masuk ke per-telivisi-an Indonesia. Situ tahu enggak “Meteor Garden” yang rilis tahun 2001, “At Dolphin Bay” 2003, “The Prince Who Into a Frog” tahun 2005,  dan drama Korea generasi pertama yang masuk ke per-telivisi-an Indonesia itu “Endless Love” 2001, “Winter Sonata” 2002, “Full House” 2004, “The Jewel in the Palace” 2005, “Princess Hours” 2006.

Generasi berikutnya ada “Boys Before Flowers” sekitar tahun 2009,  “Dream High”, “Queen Seon Deok”, “Secret Garden”, “My Lovely Sam Sun (My Name is Kim Sam Sun)”, dan masih banyak lagi drakor yang saya lupa judulnya.

(Mohon koreksi kalau urutan atau tahunnya salah, saya lupa).

Kemudian ada lagi, drama nya Jepang atau disebut dorama, judulnya “Itazura Na Kiss” dan ada versi Korea nya juga judulnya “Naughty Kiss”. Situ, mbaknya tahu enggak? Sudah pernah nonton itu semua apa belum? Kalau mbak belum nonton itu semua, berarti saya lebih Korea, lebih Taiwan dan lebih Jepang dibanding mbaknya. Banyakin ngopi mbak, biar lebih melek, biar enggak siyombong dan angkuh, merasa paling drakor, merasa paling Korea dibanding emak – emak pendatang baru.

Saya mulai nonton drakor atau film korea di tengtop itu sekitar tahun 2012 atau 2013. Judul yang sudah saya tonton sejak saat itu, “Ghost”, “200 Pounds Beauty”, “Wedding Dress”, “The Heirs”, “Sensory Couple”, “Healer”, “Warm and Cozy”, “She Was Pretty” (ada versi China nya), “Birth of Beauty”, “Descendents of the Sun”, “The Legend of the Blue Sea”, “Strong Woman: Do Bong Soon”, dan masih banyak lainnya yang saya lupa judulnya. Adapun judul drakor yang sudah ada di tengtop namun belum sempat saya tonton sampai saat ini “I Remember You”, “Long Visit My Mom”, “Heart Is”, “Miracle in Cell”, “My Annoying Brother” dan masih banyak lagi. Jumlah drakor atau film Korea yang sudah saya tonton ini belum seberapa dibanding teman – teman saya yang lain, yang lebih Korea dibanding saya.

Saya penikmat berbagai genre drama atau film, India, Korea, China/ Taiwan, Jepang, film Barat pun terkadang saya suka, yang saya nikmati bukan aktor atau aktris nya, bukan pemerannya, bukan pemainnya, yang saya nikmati alur ceritanya, pesan moral di dalam ceritanya, kearifan lokal yang disuguhkan di dalam ceritanya, termasuk kebudayaan di dalamnya, jadilah saya penikmat drakor non alay yang masih waras dan lebih mementingkan suami sendiri dibanding Lee Min Hoo, So Ji Sub, Shiwon, Ji- Chang-Wook dan Song Joong Ki.

Mau suka mau cinta sama drakor itu hak masing – masing orang, tapi mbok ya yang sewajarnya saja biar nggak jadi bucin drakor alay yang tak punya etika sama emak – emak. Merasa paling ewoww dan merasa paling Korea.

Jadilah penikmat drakor yang lebih mementingkan suami ketimbang Song Joong Ki.

TAMAT.

Salam dari saya penikmat drakor non bucin alay

Oleh: Porong Pororo
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search