Tanggapan UAS Soal Lirik Lagu "Aisyah Istri Rasulullah" yang Kontroversial

- April 07, 2020
"Apa tanggapan Ustaz atas lirik lagu Aisyah (Istri Rasulullah)?" tanya seorang jamaah pada Ustaz Abdul Somad (UAS) melalui secarik kertas.

Seperti diketahui lagu Aisyah Istri Rasulullah sempat mengundang kontroversi.

UAS menjawab sebagai berikut:

Macam mana lirik lagu Aisyah.

Saya tak mengikuti. Kita cari dulu. Lirik lagu Aisyah.

Lirik lagu Aisyah.

Mulia indah cantik berseri
Kulit putih bersih merahnya pipimu
Dia aisyah putri abu bakar
Istri rasulullah

Aisyah itu ibu saya

Yang mengatakan "Aisyah ibu saya" itu Allah SWT.


Wa azwajuhu ummahatukum

Istri Muhammad SAW adalah ibu kamu.

Aisyah itu ibu saya

Lalu keponakan saya yang perempuan, anak adik saya bertanya tentang neneknya.

Dia masih gadis masih umur belasan tahun, maka saya ceritakan

Aisyah itu pipinya merah, mesranya dia dengan..karena begitulah bahasa milenial.

Lalu kemudian cerita saya tentang neneknya ke cucu yang generasi milenial ini didengar oleh kakak ibu saya.


Cerita saya ke cucu  itu didengar.

Mendengar cerita itu "Hei, kamu nggak sopan, masa emakmu sendiri kamu perlakukan seperti itu?"

Bahasa yang saya pilih waktu itu untuk keponakan saya.

Yang milenial itu. Yang masih muda belia. Tapi didengar oleh orang tua.

"Itu nggak layak. Bahasa ibumu nggak cocok. Nggak sesuai seperti itu."

Kedua-duanya sayang.

Saya sayang ke keponakan saya, maka saya pakai bahasa yang saya pilih. Itulah sesuai untuk milenial.

Saking sayangnya saya, saya tidak mau cucu ini lupa pada neneknya.

Tapi abang-ibu saya sangat sayang kepada adiknya.

Dia tidak ingin kami jadi anak yang kurang ajar. Sehingga mensifati suatu sifat yang tak layak untuk ibu kami.

Begitulah kalau orang terlalu sayang.

Oleh sebab itu jangan lupa, pilihlah kata-kata.

Alhamdulillah beberapa hari ini kan sudah ada syair yang baru.

Tidak lagi menyebut Aisyah saja tapi 'Oh sayyidah Aisyah', 'Siti Aisyah'.

Jadi sudah ada perbaikan syair.

Wa laula daf'ullahinnasa ba'dhohum biba'dhin

Kalaulah manusia ini tidak saling amar ma'ruf nahi munkar..

Saya yakin dan percaya, kritik-kritik itu tidak menjatuhkan tapi menyelematkan kita semua.

Maka, bagi insan seni, jangan pernah berhenti. Teruslah berkarya.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search