Pernyataan Ulama Mesir Ini Sindir Pendukung Jokowi?

- April 20, 2020
Otoritas Muslim terkemuka Mesir, Al-Azhar mengatakan bahwa Covid-19 bukan alasan bagi umat Muslim untuk tidak menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Bulan suci Ramadhan diperkirakan akan jatuh pada tanggal 24-25 April.


Al Azhar mengatakan bahwa belum terbukti secara ilmiah, sampai saat ini, sebagaimana dinyatakan di situs Kantor Regional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Mediterania Timur, bahwa air minum adalah tindakan pencegahan terhadap infeksi virus ini.

"Tak ada bukti bahwa penggunaan obat kumur melindungi terhadap infeksi dengan Corona yang muncul. Ada beberapa merek obat kumur yang dapat menghilangkan kuman tertentu selama beberapa menit dalam air liur di dalam mulut, tetapi ini tidak bukan berarti mereka mencegah infeksi dengan virus Corona," ucapnya, seperti dilansir Al Arabiya pada Ahad (19/4/2020).

"Oleh karena itu, Tak boleh bagi Muslim untuk tidak berpuasa di bulan Ramadhan kecuali secara ilmiah terbukti bahwa kegagalan untuk minum air memiliki efek kesehatan sebagai tindakan pencegahan untuk tertular penyakit ini. Keputusan mengenai hal itu tergantung pada dokter terpercaya, karena mereka adalah spesialis dalam hal ini, dan keputusan mereka mengikat untuk setiap Muslim apakah berpuasa atau tidak," sambungnya.

Pernyataan ulama Mesir 'seolah' menyindir pendukung Jokowi, Rudi Valinka yang memberikan usulan agar Majelis Ulama Indonesia (MUI) atau Kementerian Agama (Kemenag) mengeluarkan fatwa tidak berpuasa Ramadhan di saat ada virus Covid-19.


"Mumpung lagi libur, gue punya usul seandainya Bulan puasa yang akan tiba 17 hari lagi, kemenag dan MUI buat fatwa utk memperbolehkan orang tidak berpuasa" ujarnya di akun twitternya @kurawa beberapa waktu lalu.


Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search