Analogi Habib Salim untuk Pertanyaan "Setan Dibelenggu, Manusia Kok Masih Maksiat?"

- April 21, 2020

Jakarta (20/4) - Pertanyaan yang kerap muncul saat Ramadan adalah jika setan dibelenggu mengapa masih banyak orang bermaksiat atau berbuat yang mengganggu.

Ketua Majelis Syura PKS Habib Salim Segaf Al-Jufri memiliki jawaban soal itu dengan sebuah analogi cerita.

"Setan masih dibelenggu mengapa masih ada yang berbuat maksiat? Analoginya ada anjing galak yang menyerang manusia. Sudah dibelenggu tapi yang dekat-dekat akan kena juga (gigitannya)," tutur Habib Salim saat mengisi Tarhib Ramadan yang disiarkan secara daring oleh PKS TV pada Senin (20/4/2020) malam.

Ia mengutip Quran Surat
Yusuf ayat 53 tentang nafsu yang selalu mengajak keburukan kecuali nafsu yang mendapatkan petunjuk Allah swt.

"Peluang menjadi orang baik sangat besar di bulan ramadan. Pahalanya luar biasa dilipatgandakan. Pahalanya langsung dari Allah. Yang diuntungkan tentu saja adalah manusia. Sungguh kita bersyukur menjadi umat Rasulullah swt yang mencintai umatnya," ujar Habib.

"Semua kita memiliki peluang. Kalau cinta sama Allah selalu sebut namaNya. Kalau cinta Rasulullah ikuti teladannya," kata dia menambahkan.

Bagi orang berpuasa memiliki dua kegembiraan. Gembira saat berbuka dan saat bertemu dengan Allah swt. Bahkan ada pintu khusus di surga untuk orang berpuasa yakni Arroyan.

"Hikmahnya banyak jika Allah memerintahkan kita untuk berpuasa. Ada satu perjalanan yang tidak ada berhentinya. Yaitu perjalanan ke akhirat. Ramadan adalah salah satu bekal kita untuk menuju perjalanan ini," tutur Habib.

"Pasti ada perjalanan ada tantangan di dalam dan di luar. Ketika orang berpuasa bisa merasakan orang fuqoro wa masakin. Muncul sifat itsar, sifat berbagi. Dilatih untuk jujur dan tidak berbohong. Ia yakin Allah swt melihat. Perasaan ini kalau dibawa 11 bulan lainnya akan terbawa. Dia akan menjadi laallakum tattaqun. Agar engkau jadi orang bertakwa," ungkap dia.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search