10 Orang Terkena Corona Usai Sholat Jamaah di Masjid

- April 18, 2020

Bupati Banyumas, Achmad Husein pada Kamis (16/4) pukul 20.00 WIB menjelaskan, ada tiga klaster yang masih berpotensi menyebarkan virus. Salah satunya klaster Kober, yang paling berisiko menyebarkan virus corona.

"Awalnya hanya satu yang positif, dia ikut tablig akbar di Gowa, Makassar. Walaupun batal, tapi dia sudah berangkat," kata dia melalui unggahan video singkatnya.

Karena merasa sehat, lanjut Husein, ia berinteraksi seperti biasa, termasuk sholat berjamaah di masjid. Namun setelah menjalani rapid test, ia dinyatakan positif COVID-19.

Kemudian Pemkab Banyumas melacak orang-orang yang menjalin kontak dengan pasien positif tersebut. Petugas mendapat ada 40 orang yang kemudian semua dites cepat.

"Yang sudah kami rapid test 40 orang, positif 10 orang," terang dia.

Klaster Kober hanya satu contoh bagaimana satu orang jemaah tablig akbar menjadi pemicu penyebaran COVID-19 di lingkungannya.

Husein menjelaskan terdapat 38 jemaah tablig akbar asal Banyumas yang terlanjur berangkat ke Gowa, Sulawesi Selatan

Husein kemudian bergerak cepat melacak 38 orang yang tersebar di berbagai kecamatan. Data per Kamis (16/4), sudah ada 10 dari 38 orang yang menjalani rapid test. Sebanyak 28 sisanya akan menyusul.

Dari 10 orang itu, lima di antaranya positif virus corona. Mereka antara lain dari Desa Purbandana Kecamatan Kembaran dua orang. Sebanyak tiga orang lainnya masing-masing dari Desa Kedungwringin Patikraja, Kelurahan Purwanegara Purwokerto Utara, dan Kelurahan Tanjung Purwokerto Selatan.

"Yang positif normal-normal saja, tidak kelihatan berpenyakit. Jadi orang tidak mengira dia itu carrier atau positif COVID-19," terang Husein.


Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search