Warga Jakarta Diperbolehkan Tidak Sholat Jumat

- Maret 18, 2020

Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat
KH Cholil Nafis mengatakan warga Jakarta diperbolehkan tidak sholat Jumat.

"Kondisi sekarang ini seperti di Jakarta dapat memilah tempat mana yang rawan covid-19 sehingga boleh meninggalkan sholat Jumat demi keselamatan diri dan masyarakat," kata Cholil pada Rabu (18/3).

Untuk daerah lain, kata dia, yang masih steril dari Covid-19 maka wajib melaksanakan sholat Jumat seraya ikhtiar dan berhati-hati.

Jika dalam kondisi sehat di tempat yang rendah bahkan tak ada tanda-tanda penularan Covid-19 maka tetap wajib salat Jumat dengan penuh kehati-hatian dan ikhtiar dengan sebaik-baiknya, seperti jaga kebersihan dan selalu memelihara wudhu," beber dia.

Tidak melaksanakan sholat jumat itu berbeda dengan meniadakan jumatan. Tidak melaksanakan sholat Jumat berarti bisa saja hanya dia sendiri yang tak melaksanakan sholat Jumat.

Meniadakan sholat Jumat berarti melarang semuanya untuk menyelenggarakan ibadah sholat Jumat. Tentu meniadakan sholat Jumat pasti bertentangan dengan semangat beragama dan melanggar kewajiban agama.


Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search