Shofwan Albanna yang Kalem Misuh Juga, Karena Kelakuan PKPI yang Sebut "Kenapa Corona Datang Telat?"

- Maret 23, 2020
Dewan pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi menuding ada kelompok anti Negara Kesatuan Republik Indonesia yang memframing pemerintah Jokowi telat tangani virus Corona.

"Jika ada kelompok anti NKRI sibuk memframing pemerintah telat tangani virus corona, jawab saja. Kenapa virus corona telat masuk ke Indonesia dibanding negara lain?" kata dia pada Ahad (22/3/2020).

"Karena pemerintah telah melakukan antisipasi," lanjut dia dengan tagar #VirusCorona.

Pengamat hubungan internasional yang juga penulis buku Shofwan Albanna yang biasanya kalem, akhirnya misuh juga karena kelakuan politisi PKPI itu yang dinilai tidak manusiawi.

"Saya diajari untuk nggak misuh. Berkatalah yang baik atau diam. Tapi orang ini asu. ASU," kata Shofwan.

Anjing, kata Shofwan, adalah perumpamaan yang digunakan Al Qur'an untuk menggambarkan orang-orang yang memilih ego dan kepentingannya sendiri. Meski ia sudah melihat bukti-bukti yang jelas. "Kalau ia memilih kejernihan, derajatnya diangkat. Cek Al A'raf: 176. Wallahu a'lam," kata dia.

Hal ini bukan berarti anjing tidak mulia. Ada kisah Qitmir yang menemani ashabul kahfi. Ada kisah seorang pendosa yang masuk surga karena menyelamatkan anjing yang kehausan. Pengibaratan itu parsial. Maksudnya, secara naluriah, ada sebagian perilaku anjing yang bisa digunakan untuk gambaran.

"Setelah dipikir lagi, saya merasa twit saya kurang pantas. Mohon maaf kepada para anjing di seluruh dunia. Anda jauh lebih mulia dari para penyebar kebohongan yang kebohongannya membunuh banyak orang," kata dia.







Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search