Muhammadiyah: Tarawih Dilakukan di Rumah Saja

- Maret 30, 2020
Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi menerbitkan surat edaran tentang Tuntunan Ibadah Dalam Kondisi Darurat Virus Corona(Covid-19).

Surat edaran yang bernomor 02/EDR/I.0/E/2020 itu salah satunya mengatur terkait poin ibadah di Bulan Ramadan dan Idul Fitri bila virus corona belum mereda di Indonesia.

Di antara poin yang tertuang dalam surat edaran itu adalah tidak perlu menggelar Sholat Tarawih berjamaah dan kegiatan lainnya bila virus corona belum mereda.

Ormas tua itu menganjurkan agar Sholat Tarawih dilakukan di rumah masing-masing.

Surat itu juga mengatur terkait Puasa Ramadan tetap dilakukan bagi orang sehat. Puasa boleh tidak dilakukan bagi orang yang sakit dan yang kondisi kekebalan tubuhnya tidak baik.

"Orang tersebut wajib menggantinya sesuai dengan tuntunan syariat," isi surat tersebut

Muhammadiyah juga turut mengatur bahwa puasa dapat ditinggalkan oleh para tenaga medis yang sedang bertugas di tengah wabah corona. Hal itu bertujuan untuk menjaga kekebalan tubuh para tenaga medis yang sedang bertugas.

Soal gelaran ibadah di Bulan Syawal tahun ini, Muhammadiyah menilai kumandang takbir Idul Fitri di malam idul fitri dapat dilakukan di rumah masing-masing selama darurat Covid-19.

Selain itu, surat itu menyatakan Shalat Idul Fitri dan seluruh rangkaiannya, baik mudik, pawai takbir, halal bihalal, tidak perlu diselenggarakan bila corona masih ada.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search