Jawaban Mengagumkan Anies Saat Dirinya Diserang Menteri Terawan

- Maret 30, 2020

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku mengumumkan lebih dulu soal adanya orang dalam pemantauan dan pasien dalam pengawasan terkait penyebaran virus corona ketimbang Pemerintah pusat.

Oleh sebab itu pemerintah pusat terus menerus meminta masyarakat tenang dan meyakinkan belum ada kasus corona di Indonesia.

Anies ingat betul berbagai bantahan yang muncul atas pertanyaan dirinya, salah satunya dari Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Tapi, berdasarkan data yang sudah dikumpulkan Anies sejak Januari 2020, angka penyebaran virus corona di Jakarta sudah sangat mengkhawatirkan.

"Iya. waktu itu 1 Maret udah nggak bisa ditahan tuh. Angkanya sudah sangat mengkhawatirkan," kata Anies di kanal resmi Deddy Corbuzier, yang disiarkan pada Ahad (29/3).

Dirinya sudah meminta jajaran Pemprov DKI Jakarta memonitor pergerakan dan perkembangan kasus corona sejak Januari dan Februari 2020. Saat itu, yang menjadi patokan sementara yakni melihat pasien pneumonia karena belum ada konfirmasi soal COVID-19.

"Saya memonitor informasi terus menerus dari Januari, Februari angkanya terus meningkat bahkan jumlah orang sakit pneumonia Februari meningkat sekali. Kita enggak tahu positif atau tidak. Tapi angkanya itu," jelas dia.

"Saya merasa harus menyampaikan kepada rakyat Jakarta bahwa inilah situasi yang sedang dihadapi Jakarta harus waspada, hati-hati," tambah dia.

Anies memilih terus melakukan langkah-langkah yang sudah disusun di Jakarta.

"Saya sadar saya diserang, dibantah pernyataan saya. Tapi saya pernah mengomong di meja ini. Saya tidak takut apa yang orang tulis di sosmed. Saya lebih takut apa yang ditulis sejarawan nanti. Karena mereka bicara pakai data," ujar Anies.

Ia terus mengamati selama dua bulan penanganan corona di berbagai negara. Termasuk Italia yang peningkatan kasus COVID-19.

"Kita sudah lihat Italia, mudah-mudahan tidak. Saya katakan soal Italia ini udah lama. Yang terjadi di sana itu denial mereka menganggap tidak akan terjadi pada kita tapi tidak bersiap," kata Anies.



Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search