Dokter IDI: Tuberkulosis Jauh Lebih Bahaya dari Corona

- Maret 04, 2020
Masyarakat diminta rajin mencuci tangan guna mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19. Demikian ditegaskan oleh Satgas Waspada dan Siaga NcoV PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr Erlina Burhan.

Ia menyebut masyarakat masih sembarangan mencuci tangan dan hanya lima detik. Padahal, sesuai anjuran cuci tangan yang baik harus melawati enam langkah dan gunakan sabun.

"Waktunya itu 20-30 detik. Sama kaya nyanyikan lagu happy birthday dua kali," ujar Erlina di Indonesia Lawyers Club (ILC) tvOne, Selasa (3/3/2020).

Jika masyarakat panik dan cemas yang berlebih, justru bisa mempengaruhi sistem kekebalan tubuh.

"Kalau cemas itu tidak bisa tidur. Kalau tak cukup tidur mempengaruhi sistem imun kita," ujarnya.

Sikap warga yang terlalu panik berlebihan terhadap virus corona disayangkan. Padahal, menurutnya kasus tuberkulosis yang jauh lebih berbahaya dari virus corona.

"Tuberkulosis 98 ribu meninggal dunia dan masyarakat biasa saja bahkan masih bisa senyum-senyum. 11 orang per jam angka kematian," ujarnya.

Pemerintah, kata Erlina, harus lebih waspada dalam pengawasan dan deteksi dini agar virus corona tak menyebar luas. Tak hanya itu, ia juga meminta pemerintah memperhatikan petugas kesehatan.

"Fasilitas kita ada beberapa belum terpenuhi terutama alat pelindung diri. Tolonglah petugas kesehatan dibantu agar bekerja nyaman. Kita dituntut kerja ikhlas dan 24 jam tapi bikin kita nyaman juga," ujarnya.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search