Corona Itu Tentara Allah, Kenapa Bikin Ka'bah Sepi?

- Maret 19, 2020


Nabi menyarankan umatnya untuk membentengi diri dari penyakit menular dengan tidak menganggap ringan beberapa faktor dan penyebabnya.
Di antaranya adalah dengan menghindari kontak dengan penderita penyakit menular.

Dalam hadis, Nabi mencontohkan penyakit kulit berupa lepra yang bisa menular melalui sentuhan kulit dan lebih ganasnya corona bisa lewat udara

Anjuran menghindari pengidap penyakit menular bukan berarti menunjukkan bahwa Nabi menyarankan para sahabatnya untuk mengucilkan penderita tersebut. Akan tetapi, langkah yang diimbau Nabi ini justru lebih menitik-beratkan kepada SEMANGAT KEPEDULIAN dan MENCEGAH PENYEBARAN. Adapun hikmah tidak mendatangi ke area tersebut adalah agar tidak tertular, sebagaimana sabda Nabi shallallahu álaihi wasallam,

فِرَّ مِنَ الْمَجْذُومِ فِرَارَكَ مِنَ الْأَسَدِ
Larilah dari orang yang kusta sebagaimana engkau lari dari singa.  HR Ahmad no 9722

Ini menunjukan agar berusaha dengan sungguh-sungguh agar MENGHINDAR DARI ORANG YANG SEDANG BERPENYAKIT MENULAR, karena Nabi shallallahu álaihi wasallam menyuruh untuk lari seperti lari dari ganasnya singa.

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ
Dan janganlah kalian menjerumuskan diri kalian ke dalam kebinasaan (QS Al-Baqoroh 195)

Barang siapa yang berada di lokasi wabah maka tidak boleh keluar dari lokasi tersebut jika karena ingin menghindar, karena sabda Nabi di atas. Ada beberapa hikmah oleh para ulama tentang LARANGAN SHOLAT DI MASJID INI, diantaranya, agar wabah tersebut tidak lebih luas penyebarannya.

Nabi shallallahu álaihi wasallam bersabda :

لاَ تُورِدُوا المُمْرِضَ عَلَى المُصِحِّ Dan janganlah membawa onta yang sakit kepada onta yang sehat. HR Al-Bukhari no 5774 dan Muslim no 2221

Semoga dapat kita ambil hikmahnya..

-- Hanny Kristianto, Mualaf Center Indonesia
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search