Cara Hidup dan Penularan Virus Corona

- Maret 05, 2020
Cara hidup dan penularan virus corona yang menjangkiti warga di berbagai negara termasuk Indonesia dibongkar oleh pakar virus Amin Soebandrio.

"Ada yang hidup di saluran cerna, tapi umumnya saluran pernafasan," kata Amn dalam Indonesia Lawyers Club (ILC) di tvOne, Selasa (3/3/2020).

Virus itu, kata dia, tidak bisa hidup sendiri. Untuk hidup dan berkembang biak, dia butuh sel hidup.

"Kalau bakteri, cemplungkan di air sirup dengan ukuran yang sesuai, dia bisa tumbuh. Virus dia butuh zat hidup," ujarnya.

Ketika virus corona dilemparkan keluar dari mulut atau hidung seseorang, dia tidak terbang jauh. Dari berbagai laporan, virus itu paling jauh 2 meter, atau kurang yaitu 1,8 meter.

Mekanisme dia untuk mencari tempat hidup baru antara lain ketika seseorang berbicara dekat dengan seseorang yang lain. Virus itu bisa jatuh di muka orang.

"Itu bisa terlempar langsung ke muka seseorang. Itu langsung," katanya.

Jika virus jatuh di permukaan apapun seperti meja kursi, pegangan pintu, tangga, bisa menempel situ, dia bisa hidup di situ selama ada bahan biologik yang menopang hidupnya.

"(Bahan biologik adalah apa) yang dilemparkan dari saluran nafas, ada air liur, ada sel-sel mati yang dilepaskan. Itu yang bisa mendukung virus," katanya.

Jika bendanya kering, lanjut Amin, tidak ada pendukungnya, virus corona dalam beberapa jam bisa mati. Apalagi jika di permukaan meja ada bahan-bahan kimia lain bisa mati.

"Kena sabun, alkohol bisa mati, agak sensitif suhu yang agak hangat. Studi ini belum virus covid-19, tapi virus corona pada umumnya," katanya.

Amin mengakui di negara tropis pun virus corona bisa hidup cukup lama di luar. Begitu keluar dia tidak langsung mati.

"15 menit dia mati, 15 menit cukup lama. Perhatikan, (dalam waktu 15 menit) satu objek benda bisa dipegang beberapa orang. Virus corona daya tularnya sangat tinggi," katanya.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search