Beginilah Tampilan Website BPIP Yang Harganya Rp2,8 M

- Maret 15, 2020


Sudah pernah jalan-jalan ke website Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) nggak? Gue barusan berkunjung kesana, berharap menemukan informasi tentang pedoman pendidikan Pancasila di tingkat SD, SLTP, SLTA hingga Perguruan Tinggi.

Bukan informasi detail yang gue inginkan, tapi paling tidak BPIP menampilkan kisi-kisinya. Karena sebagai Lembaga Negara yang bertanggungjawab langsung kepada Presiden RI, BPIP diserahi tugas untuk merumuskan arah kebijakan pembinaan ideologi Pancasila.

Tadinya sudah semangat 45, berharap menemukan hal yang dapat mencerahkan dan menambah wawasan gue tentang Pancasila. Namun ternyata, website BPIP sungguh di luar ekspektasi. Tampilan GUI (Graphic User Interface) begitu sederhana, tidak informatif, muncul pesan error 'view not found' atau 'connection timed out' ketika gue mengklik beberapa tautan.

Sangat disayangkan, website sebuah lembaga Negara kok cuma begitu doang? Apa nggak ada anggaran buat design and maintenance sistem informasi?

Kembali gue telusuri, masuk kehalaman website lpse Kemenkumham dan akhirnya menemukan informasi tender pengadaan pengembangan sistem informasi di BPIP.

Nilai pagunya Rp3.040.407.000 yang dianggarkan dari dana APBN tahun 2019. Pemenang tender adalah PT. Docotel Teknologi yang mengajukan nilai penawaran sebesar Rp.2.626.074.000,-, dan HPS nya Rp 2.787.115.100,- .

Sebagai rakyat jelata, gue merasa aneh. Masak website (software) yang termasuk dalam pengembangan sistem informasi seharga Rp2,8 milyar rupiah cuma begitu doang? Jangan baper ya, gue cuma nanya.

Jangan harap yang beginian akan diungkap oleh Partai Solidaritas Indonesia alias PSI. Karena mereka cuma sibuk memelototi APBD DKI. (BZH)

Lalu, bagaimana komentar warganet?

"Wajar lah websitenya gitu. Lah pancasila itu sendiri memang tdk berwujud alias abstrak," kata akun Subiyantoro Lumi.

"Masa website sekelas 3M foto ketuanya candid gitu?" kata Denie Nataprawira.

"Rakyat bayar pajak, cuma dihabisin buat yg beginian. Ampun dah," kata akun Aman Khalid Putraga.

"Revolusi mental, dari mental budiman menjadi mental koruptor," kata akun Mahmudi.

"Kebiasaan mafia adalah menggunakan dana rakyat utk berpesta pora," ucap Achmad Faizal.



Dihimpun oleh @IndonesiaBertauhid

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search