Yang Kampanye "No Hijab Day" Nanti Kalau Meninggal Kafani dengan Banner Caleg Saja

- Februari 01, 2020
Di media sosial muncul kampanye ‘No Hijab Day‘ yang digerakkan oleh kaum feminis-liberal.

Aksi No Hijab Day pertama kali digagas oleh Yasmine Mohammed di Iran pada Februari 2018. Aksi ini tak lain mengajak untuk melawan aturan-aturan yang memaksa perempuan untuk mengenakan hijab. Aksi ini diduga sebagai aksi kontra World Hijab Day yang diperingati pada 1 Februari. Aksi tersebut dijadikan agenda kampanye global untuk ramai-ramai melepas hijab.

Karuan saja aksi lucu ini mendapatkan sejumlah respons dari warganet.

"Buat yang ngaku muslimah; ya gak berhijab itu tanggung jawab lo. Cuma jangan campaign "no hijab day" jugak. Gini, kalau mau rebel sepaket, entar kalo lo mati jangan pake prosesi penguburan muslim, nah jangan pakai kain kaffan jugak, gimana? Pakek sisa banner caleg," kata akun Jack Vardan pada Sabtu (1/2/2020).

"Siapa sih dibelakang No Hijab Day? Jika menilik ada embel2 NUSANTARA, koq asumsinya ke yang barusan dananya 1,5T cair. Padahal mereka sering teriak2 radikal. Tapi menghendaki muslimah melepas hijab, bukankah itu salah satu sikap yang sangat radikal?" kata akun Hisyam Mochtar.

"Padahal tiap hari juga mereka gak berhijab, kecentilan aja pake ngajak2 orang lain," kata akun Rycho.

"Padahal kalau mau nyemplung ke neraka, ya sok aja olangan, gak usah ngajak-ngajak. Gak cuma kecentilan, tapi juga oon yaaa," kata Dikkie Mukoddas.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search