Tentang Susu Sapi yang “Katanya” Tak Bagus untuk Manusia

- Februari 02, 2020
Saya mendapatkan banyak permintaan untuk memberi penjelasan tentang foto ini.
Saya sudah mencoba untuk masuk ke akun IG @doktermuslim.id dan melihat video yang dimaksud secara penuh di akun tersebut.

Namun pada saat akan menuliskan komen, saya kesulitan memposting nya karena terdapat keterangan komen nya terbatasi...
Jadi saya tulis disini saja, ya...?

Bagi yang punya akses ke akun IG beliau, silahkan disampaikan...

Tadinya ini yang ingin saya tulis...

Mohon maaf sebelumnya, ada beberapa hal yang saya pikir harus diluruskan tentang video ini. saya pikir tidak bijak jika seorang da'i seperti ini menyampaikan pendapat pribadi didepan forum publik tanpa dasar ilmiah yang bisa dijelaskan dengan baik apalagi menggunakan gelar dokternya tanpa penjelasan medis yang tepat.

Jika Dokter tidak sepakat dengan Susu Sapi, itu tidak masalah karena masing2 kita punya hak untuk tidak sepakat. namun beberapa hal yang akan saya sampaikan ini barangkali bisa menjadi referensi.

Pertama, ada banyak surat dalam al-qur'an yang menggambarkan dengan sangat jelas tentang susu sapi sebagai nutrisi terbaik. Silahkan baca surat Al-Mu'minun ayat 21, Surat An-Nahl ayat 66, HR. Ahmad nomor 18077 dan lainnya.

Kedua, tentang Kasein yang tidak bisa dicerna manusia. Begini, kasein adalah protein yang terdapat pada semua susu, bukan hanya susu sapi.

Susu sapi memiliki 2,5 gram per 100 ml dan susu kambing memiliki 2,8 gram kasein per 100 ml (sumber : www.lppm.ipb.ac.id). paling tidak ada 2 jenis protein yang terdapat dalam kedua susu baik susu kambing maupun susu sapi yaitu kasein protein dan whey protein. kasein memiliki daya serap lebih lambat dibanding whey dan ini menjadikan kasein menjadi bahan yang sangat bagus untuk perbaikan sel otot dan mensuplai nutrisi yang cukup bagi otot yang bekerja lama (sangat bagus untuk pekerja fisik). protein susu kambing disebut A2 sehingga lebih sedikit alergenik dan sebagian susu sapi ada A1 yang lebih alergenik namun saat ini sudah sangat banyak temuan tentang susu sapi A2 dan sudah dijual bebas dipasaran.

Ketiga, tentang laktosa yang tidak bisa dicerna oleh manusia. Begini, sekali lagi, laktosa ada terdapat pada semua susu baik susu kambing, susu sapi, susu manusia maupun susu unta. laktosa ini sendiri berarti Gula Susu. Susu sapi mengandung 4,8 gram/100 ml dan susu kambing mengandung 4,7 gram/100 ml. kita bisa mengatakan, mirip2, lah...

Keempat, tentang anak sapi yang setelah selesai masa persusuan tidak minum susu lagi. Begini, Bayi sapi (pedet) adalah monogastrik pada usia 1-100 hari) dan kemudian bertranformasi menjadi ruminansia setelah itu. monogastrik ini artinya berlambung tunggal, sama seperti manusia.

Sistem pencernaannya mengandalkan organ bernama abomasum yang mirip seperti lambung manusia. Pada periode ini, kebutuhannya adalah kebutuhan monogastrik yang mengandalkan kerja enzim, mirip seperti manusia. Ruminansia artinya berlambung ganda dan mengandalkan organ bernama Rumen dalam pencernaannya. Rumen ini membutuhkan serat tinggi sehingga setelah periode ini, sapi tidak lagi membutuhkan susu secara maksimal.

Perbandingan usia antara sapi dan manusia adalah 1:8, artinya sapi usia 1 bulan, mirip kondisinya seperti usia manusia 8 bulan.

Anak sapi yang berusia 3 bulan, mirip seperti manusia yang berusia 24 bulan. Anak sapi bertransformasi menjadi ruminansia pada usia sekitar 100 hari (3 bulan) dan manusia juga mulai disapih pada usia 2 tahun (24 bulan).

Anak sapi yang sudah melewati masa sapih, juga tidak menimum susu sapi (kecuali peternaknya terus memberikan) dan manusia setelah sapih juga tidak lagi meminum ASI, tho..?? mirip, tho...???

Jadi sekali lagi, saya berharap Dokter lebih bijak dalam memberikan pendapat di depan publik.

Mohon ma'af jika tidak berkenan, semoga bermanfaat.

Salam, Dokter Deddy
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search