Sebelum Masuk Islam, Koh Naga Sering Dikira Orang Islam

- Februari 04, 2020
Namanya Naga Kunadi. Akrab disapa Koh Naga. Ia memiliki cerita hingga akhirnya bisa memilih menjadi seorang mualaf. Ia mengaku mendapat hidayah lewat mimpi dikelilingi kobaran api.

Dulu, ia sering membaca buku tentang Islam, seperti tentang Allah SWT, hari kiamat, hingga dasar-dasar penguatan iman dan takwa sebagai seorang Muslim.

"Jadi pada saat itu, itu ilmu-ilmu yang mungkin aneh, saya belum pernah mempelajarinya, belum pernah baca," ujarnya di Masjid Lautze, Pasar Baru, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

Uniknya, ia belajar mengaji atau membaca Alquran jauh sebelum ia menjadi mualaf. Ia mengaku sangat antusias belajar, walaupun ada saja hal yang dianggapnya sebagai tantangan.

Dirinya belajar membaca Alquran pada 2001, tepatnya satu tahun sebelum ia menjadi mualaf yaitu pada 2002. Ia meminta salah seorang karyawannya untuk belajar iqra.

"Waktu itu minta tolong anak buah saya karena ngajinya bagus. Dia bingung, mungkin agak sungkan juga karena saya kan atasannya," tuturnya.

Koh Naga belajar membaca Alquran dibimbing oleh salah satu karyawannya itu. Berkat semangat mengaji, ia bisa menuntaskan iqra 1 dan iqra 6, bahkan sudah hafal surat-surat pendek hanya dalam jangka waktu lima hari saja.

Sebelum jadi mualaf pun, dirinya kerap ikut sholat berjamaah dan sholat Jumat di masjid, Koh Naga tidak sungkan walau sejatinya dia bukan seorang Muslim saat itu.

"Kadang-kadang sebelum saya syahadat saya sudah menjalankan sholat, sampai orang-orang menganggap saya itu sudah Muslim, padahal belum. Tapi saya sudah sholat, saya sudah sholat Jumat," katanya.

"Ada yang bilang Islam itu berat, harus salat lima waktu, puasa. Nah saya malah tertantang. Apa iya berat? Coba ah," tambah Koh Naga seperti dilansir Okemuslim.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search