Perusahaan di China Hukum Karyawan yang Jalan Kaki Terlalu Banyak

- Februari 20, 2020
Karyawan di sebuah perusahaan China diwajibkan untuk push-up sebagai hukuman jika terpantau melalui aplikasi penghitungan langkah, menunjukkan mereka berjalan kaki terlalu banyak saat bekerja dari rumah.

Karyawan dari perusahaan media di Provinsi Shanxi harus melakukan 20 kali push up jika diketahui berjalan kaki lebih 1.000 langkah dalan sehari.

Melansir Daily Mail, Rabu (19/2/2020 melaporkan, tujuan kebijakan itu bukan untuk memantau pergerakan pekerja, tetapi untuk memastikan mereka melakukan karantina dan tinggal di rumah wabah virus korona atau Covid-19.

Perusahaan di Taiyuan melacak karyawannya menggunakan program perangkat lunak seluler, yang mencatat jumlah langkah semua pekerja. Seorang karyawan mengatakan bahwa dia mendukung aturan itu.

Pria yang telah dihukum, mengatakan melakukan push-up dapat membantunya berolahraga.

“Saya tidak bisa mengatakan bahwa [kebijakan] itu masuk akal atau tidak masuk akal. [Lagi pula], itu tidak melibatkan hukuman finansial. Terlebih lagi, melakukan push-up dapat membantu saya berolahraga. Saya pikir itu cukup bagus, "katanya kepada outlet berita video China, Pear.

Dia telah berjalan terlalu banyak karena dia harus membawa hewan peliharaannya ke halaman.

Karyawan harus melaporkan kegiatan mereka hari itu jika jumlah langkah mereka melebihi 2.000, menurutnya.

Berita itu muncul setelah Provinsi Hubei, pusat wabah, melarang warganya meninggalkan tempat tinggal mereka kecuali ada “keadaan khusus”.

Aturan itu adalah bagian dari upaya baru yang dikeluarkan oleh pemerintah provinsi Hubei pada Minggu untuk memperketat pembatasan aktivitas 58 juta penduduk demi mencegah penyebaran Covid-18.

Merujuk data Komisi Kesehatan Nasional China pada Selasa 18 Februari, jumlah kematian akibat virus korona sudah menembus 2.004 orang dan menginfeksi 74.185.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search