Perempuan Ini Masuk Islam Gara-gara Suka Naik ke Genteng

- Februari 17, 2020

Sudah setahun Sri Sayati ingin jadi mualaf dan Alhamdulillah sekarang sudah terlaksana.

Setiap Subuh ia selalu berdiam diri di teras atas di dekat genteng. Pada saat itu pun ia selalu mendengar lantunan sholawat yang begitu merdu hingga perlahan hatinya selalu tersentuh setiap kali mendengarkan sholawat.

Sholawat membuat hatinya terenyuh dan tanpa disadari bisa membuatnya meneteskan air mata. Pilu, begitu yang Sri rasakan kala itu.

"Setiap pagi waktu Subuh, saya selalu naik ke atas genteng. Di situ saya selalu mendengarkan salawatan karena kebetulan rumah saya sangat dekat ke masjid. Setiap kali saya mendengar sholawat, hati saya selalu tersentuh, saya sedih, saya suka menangis setiap mendengarnya," ucapnya
di Masjid Lautze, Sawah Besar, Jakarta belum lama ini.

Berjalannya waktu, rasa penasaran Sri semakin menggebu karena setiap kali ia mendengarkan sholawat, hati dan matanya selalu menangis. Ia berusaha mencari apa yang sebenarnya terjadi, hingga akhirnya ia mulai disadarkan oleh temannya yang kebetulan beragama Islam.

"Teman saya bilang, coba saja. Mungkin itu hidayah buat saya," ujar perempuan 54 tahun itu.

Suatu hari Sri sempat mencoba datang ke Masjid Istiqlal, dengan harapan ia mendapatkan jawaban ketika mendatanginya. Namun saat itu ia masih ragu dan mengurungkan niatnya untuk masuk ke masjid.

Ternyata keresahan itu semakin menjadi, akhirnya ia ditemani oleh salah seorang teman muslimnya untuk mencari tempat dimana ia akan memantapkan hatinya membaca dua kalimat syahadat.

"Teman saya mengantar. Tanpa rencana kami langsung ke sini (Masjid Lautze)," katanya.
Sri pun mempertegas, bahwa keputusannya bukan paksaan melainkan keinginannya sendiri dari lubuk hati.

Sampai pada waktunya, yaitu Jumat 14 Februari 2020 ia membaca dua kalimat syahadat. Sambil berderai air mata dan mulut terbata-bata, Sri pun mengucapkan kalimat tauhid tersebut.



Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search