Pascaperusakan Mushola, Polisi dan Letkol Minahasa Utara Minta Diikhlaskan Saja

- Februari 02, 2020
Kapolres Minahasa Utara (Minut), AKBP Grace Rahakbau bersama Dandim 1310/Bitung, Letkol Inf Kusnandar Hidayat memimpin dialog serta penyusunan draf poin-poin deklarasi damai sebagai kesepakatan semua pihak pascaperusakan tempat ibadah di Perum Agape Griya, Minahasa Utara

Dialog menghadirkan masyarakat Tumaluntung bersama tokoh agama, tokoh adat dengan Forkopimda Kabupaten Minahasa Utara di Mapolres Minahasa Utara, Sabtu, (1/2/2020).

"Kami berharap semua pihak saling mengikhlaskan dan tidak lagi mengungkit masalah-masalah yang sudah terjadi tapi mari melihat ke depan. Semua permasalahan sudah selesai. Mari perlihatkan kepada seluruh masyarakat terutama di media sosial bahwa di Tumaluntung sudah aman dan damai," kata Kusnandar Hidayat.

Masyarakat muslim dan nasrani diminta kembali hidup bersama dan saling berbagi seperti yang telah berlangsung selama ini dan ini yang harus diperlihatkan.

"Mari gantian saling berbagi, misalnya kemarin giliran muslim yang membawa makanan untuk para pekerja yang sedang melakukan perbaikan mushola, besoknya umat kristiani yang membawa makanan," pinta Grace Rahakbau.


Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search