MUI: Penghina Risma Ditangkap, Penghina Nabi?

- Februari 09, 2020
Penghina Nabi
MUI menyoroti pertanyaan umat yang membandingkan kasus penghinaan terhadap Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dengan penghinaan Nabi.

"Kemarin heboh dengan ditangkapnya penghina Bu Risma, tentu kita setuju dengan paparannya, siapa pun yang melanggar hukum harus diadili, dan seterusnya. Tapi umat juga bertanya bagaimana penghina Nabi? Yang mana sama-sama ada landasan hukumnya. Di negeri kita ini yang menghina person ada hukum, yang menghina agama ada hukumnya juga, dan menghina Nabi itu jelas menghina agama. Itu hanya contoh," kata Wasekjen MUI Bidang Ukhuwah Islamiyah Zaitun Rasmin di kantor MUI pusat, Jalan Proklamasi Nomor 51, Jakarta Pusat, Jumat (7/2/2020).

Ia juga menyinggung isu yang penting, misalnya yang paling aktual tentang saudara-saudara kita yang dievakuasi dari Wuhan.

"Ini kan terjadi pro-kontra di tempat karantina, ini kan jadi perhatian juga. Yang kedua, polemik pemulangan saudara-saudara kita yang pernah terkena pengaruh ISIS, yang saya tak tahu persisnya, saya lihat wawancara BBC juga mereka sudah tobat, ini WNI, itu bagaimana sebaiknya. Ini tidak bisa sepintas saja, perlu perhatian yang cukup. Agar kita benar-benar menjadi bangsa yang beradab, di samping bangsa yang maju," tuturnya.


Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search