Ma'ruf Amin: NU Tidak Liberal

- Februari 01, 2020

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengaku bersyukur sebagai organisasi besar, Nahdlatul Ulama (NU) bisa bertahan hingga sekarang dan ikut mengawal negara.

"Ada organisasi umurnya tidak panjang, hanya sebentar. Ada juga yang lama tapi tidak besar, organisasi terkena stunting. NU alhamdulillah besar. Saya kira ini satu kesyukuran karena dan NU bisa berkiprah dalam mengawal agama (dan) dalam mengawal negara," kata Ma'ruf di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (31/1).

Dalam sambutan saat menghadiri harlah ke-94 Nahdlatul Ulama, ia  mengingatkan tugas NU semakin hari semakin berat. Apalagi di tengah perkembangan pemikiran dan ideologi akhir-akhir ini.

"Sebagai organisasi yang lahir dan dipengaruhi oleh pemetaan pemikiran-pemikiran, kemudian NU merumuskan pemikiran yang cara berpikirnya sebagai cara berpikir yang moderat dinamis. Artinya, kalau seperti itu tidak liberal, moderat dinamis, tidak konservatif. Ini karakteristik cara berpikirnya NU," ungkap Ma'ruf.

Ulama salafi tidak berpikir tekstual, kata dia, tapi juga tidak berpikir liberal. "Dan cara berpikir ini yang rasional, dinamis, tetapi ada framenya. Itu yang terus kita harus kembangkan dan kita jaga," jelas Ma'ruf.

"Apalagi dengan banyaknya cara berpikir yang radikalis dan cara penafsiran yang banyak menyimpang, menggunakan tafsir jalan lain sehingga kemudian menjadi tidak pada jalur-jalur yang kita harapkan," tutupnya.

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search