Kerusuhan di India, Masjid Dibakar dan Wartawan yang Meliput Diserang

- Februari 26, 2020


Protes damai yang berujung dengan kerusuhan berlanjut di kota New Delhi pada hari Selasa kemarin. Sebuah masjid di Ibu Kota India, New Delhi, dibakar massa. Selain itu korban tewas telah meningkat dari tujuh menjadi 13 orang.

Masjid Ashok Nagar Delhi dibakar oleh massa yang tidak dikenal. Namun, menurut laporan lokal, masjid itu dikelilingi oleh gerombolan massa yang marah meneriakkan slogan-slogan ultranasionalis India sambil menempatkan "bendera Hanuman" di bagian atas masjid.

Seperti dilaporkan The Week, dua jurnalis India, diserang oleh gerombolan massa ketika mereka melaporkan tentang masjid yang dibakar.

The Wire, melaporkan ada massa yang berteriak "Jai Shri Ram" yang bila diterjemahkan menjadi "hujan es Ram" berkumpul di sekitar masjid yang dibakar.

Toko-toko di daerah itu juga menjadi sasaran massa. Polisi memberlakukan pembatasan pada pertemuan besar di timur laut Delhi ketika muncul laporan tentang pelemparan batu dan lebih banyak bangunan dibakar.

Sunil Kumar, pengawas medis Guru Teg Bahadur Hospital, tempat korban luka dibawa, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa 13 orang tewas dalam kekerasan itu, termasuk seorang polisi.

Seorang pejabat lain di rumah sakit, Rajesh Kalra, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa 31 orang, termasuk 10 orang yang terluka parah, diterima rumah sakit.

"Sejak kemarin, kami telah memanggil polisi untuk memberlakukan jam malam, guna mengirim bala bantuan," kata Saurabh Sharma, seorang pelajar dari daerah yang dilanda kerusuhan yang membawa temannya yang terluka ke rumah sakit, kepada AFP yang dilansir Rabu (26/2/2020).

Anil Mittal, seorang perwira polisi senior, mengatakan sekitar 150 orang terluka dalam kekerasan yang dimulai ketika Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tiba dalam kunjungan dua hari ke India.

"Beberapa orang yang dibawa memiliki luka tembak," kata Rajesh Kalra, pengawas medis tambahan di Guru Teg Bahadur Hospital, kepada Reuters saat membicarkan kekerasan.

Kekerasan baru dilaporkan pecah di daerah-daerah berpenduduk Muslim seperti Karawal Nagar, Maujpur, Bhajanpura, Vijay Park dan Yamuna Vihar. Sedangkan batu-batu dilemparkan ke beberapa lingkungan seperti Maujpur.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search