Jilbab Menyelamatkan Perutku

- Februari 08, 2020


Ini judulnya intuiting beuth yak, jalan ke mana yang diinget makanan 😁 tapi bener, saat kunjungan ke beberapa negara minoritas Muslim, jilbabku beneran menyelamatkanku dari mengonsumsi makanan dan minuman yang tidak halal untukku.

Saat aku bengong di depan display minuman yang menjual soft drink di sebuah supermarket di Berlin,  tiba-tiba ada seorang bapak belum terlalu berumur mengatakan "alkoholfreies Getränk ist dort drüben" Yang artinya kurleb "minuman non alkohol sebelah sono noh".

Pun saat celingukan di depan sebuah toko bakery di stasiun utama Paris untuk mencari sepotong roti, tetiba seorang security menghampiri dan bertanya entah apa. Refleks aku menunjuk ke perutku dan ke mulutku lalu ke toko roti itu. N pak security lalu merespon dengan bahasa Tarsan juga "Halal ... Halal," katanya sambil menunjuk ke arah luar stasiun, sehingga aku membuat terjemahan bebas : mungkin dia mau bilang, di stasiun ini gak ada makanan halal.

Ya sudahlah aku bertahan dengan bekal biskuit tersisa.

Di dalam kereta cepat TGV yang membawaku kembali ke Berlin pun, aku mengalami pengalaman yang gak jauh beda. Saat petugas menyodorkan box makanan, dia langsung berkata ", vegetarian Menü," lalu menunjuk ke box yang lain sambil menggeleng dan berkata ,"bla bla bla halal," . Aku menerimanya sambil haru dan berkata, "Merci, Monsieur."

Berkunjung ke Hannover pun alhamdulillah dapat kemudahan dalam menemukan halal food. Kala itu aku norak banget liat penjual Bratwurst (sosis goreng) masaknya pakai kompor yang dipasang di pinggangnya. Beugh kuat banget nih orang. N saat kuputuskan mau order satu, dia bilang, "Es ist nicht halal für dich. Du kannst bei ihm kaufen," artinya kurleb "ini kagak halal buat ente, belinya di dia aja yak," sambil menunjuk ke penjual sosis lainnya.

Aku mengucapkan terima kasih dan berpindah ke penjual Bratwurst bertampang timur tengah.

Pengalaman berikutnya di Thailand, saat akan membeli jelly untuk oleh-oleh. Bahagia banget ngeliat potongan harga n langsung ikut ambil plastik untuk bungkus-bungkus .... Hingga tetiba terasa ada yang menarik-narik bajuku dari belakang. Ternyata mba-mba yang jaga toko. Entah dia bilang apa, tapi tetiba dia ambil plastik di tanganku dan menumpahkan kembali isinya 😔 lalu dia ambil plastik baru dan menuntunku ke sebuah box berisi jelly. Dia menunjuk sebuah papan bertuliskan HALAL, bah kenapa tadi ni papan kagak keliatan yaak. "Khawp khun kha," ucapku berterima kasih tulus pada si mba.

So i got the message, mereka tau apa yang boleh dan tidak boleh kukonsumsi pasti karena jilbabku. Meski ada keterbatasan bahasa, namun Allah SWT selalu menjagaku dengan jilbab ini. N salut buat non muslim yang begitu aware, begitu peduli dengan apa yang boleh dan tidak boleh untuk seorang muslim 👏

--Siti Makmuria
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search