Inilah Sosok Polwan Muslim Berjilbab Pertama Israel

- Februari 21, 2020

Petugas polisi berjilbab pertama di negara mayoritas Yahudi, Israel, menjadi bahan perbincangan. Namanya adalah Mayor Sabrina Saadi.

Sang Polwan itu bertugas sebagai penyelidik senior di Divisi Pemuda Departemen Kepolisian Kafr Kanna di Distrik Utara Israel.

Saadi lahir dan dibesarkan di kota Basmat Tab'un yang didominasi orang Badui di Israel Utara. Dia mengenyam pendidikan di sekolah menengah bergengsi di Haifa, tempat ia menyelesaikan ujian matrikulasi. Dia kemudian menjadi sukarelawan untuk Layanan Nasional di Distrik Kepolisian Pesisir.

Usai menyelesaikan Layanan Nasional-nya, dia tidak dapat mendaftar di kepolisian karena dia tidak memenuhi standar kualifikasi.

Tiba-tiba Saadi menerima panggilan telepon dari Wakil Direktur Kepolisian Israel Jamal Kharkash, yang memberi tahu dia bahwa standar telah berubah sehubungan dengan masuknya wanita Muslim yang religius. Perubahan aturan itulah yang memungkinkannya untuk mendaftar dalam kursus kepolisian dan kursus penelitian di National Police College.

Usai menyelesaikan kursus, ia direkrut sebagai petugas polisi di Kafr Kanna, wilayah yang mencakup banyak permukiman dengan jumlah penduduk sekitar 60.000 orang. Saadi adalah penyelidik utama di kantor baru. Dia berkerja dengan dua inspektur muda lainnya.

"Saya tumbuh di sebuah rumah keagamaan Muslim, ibu saya sangat religius dan seperti saya salat lima kali sehari, mengenakan jilbab. Saya lajang dan tinggal bersama keluarga saya di desa. Saya ingin mengirim pesan kepada wanita Muslim religus seperti saya. Kepolisian adalah rumah yang baik bagi Anda. Organisasi ini memungkinkan Anda untuk bergerak maju, membuktikan diri dan merasa setara," kata Saadi, seperti dikutip The Jerusalem Post, Jumat (21/2/2020).

Terlepas dari keberhasilannya, mencapai titik ini adalah perjuangan untuk Saadi, yang mencatat bahwa dia menerima beberapa kritik dari anggota keluarga dan penduduk desanya. Dia juga menerima ancaman.

"Pada awal perekrutan, ada ancaman untuk menyakiti saya. Semua ancaman melalui Facebook. Saya tidak takut, saya hidup dengan iman saya dan tidak menyakiti siapa pun. Saya hanya takut pada Tuhan," ujar Saadi.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search