Hasil Satelit: China Dicurigai Kremasi Massal Korban Corona

- Februari 15, 2020
Kadar sulfur dioksida di China yang meningkat yang ditangkap oleh foto-foto satelit, membuat dunia semakin curiga bahwa China menutup-nutupi jumlah korban akibat virus Corona.

Seperti dilansir dari The Sun, Jumat (14/2/2020), Ilmuwan lingkungan Dr Jorge Emmanuel mengatakan kepada Health Care Without Harm bahwa pembakaran pasokan medis melepaskan sejumlah polutan.

Berita berbahasa Mandarin, Initium, percaya bahwa pihak berwenang China telah mengkremasi mayat secara rahasia.

Sepuluh hari yang lalu mereka mewawancarai orang-orang yang bekerja di pusat kremasi lokal di Wuhan - tempat asal virus - yang mengatakan mayat dikirim langsung dari rumah sakit tanpa diidentifikasi dan ditambahkan ke catatan resmi.

"Ada alasan untuk tetap skeptis tentang apa yang telah dibagikan China dengan dunia," kata koresponden DW News Asia Timur William Yang.

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search