China: Masjid di Xinjiang Lebih Banyak Ketimbang di AS

- Februari 28, 2020
Dituduh oleh Amerika Serikat bahwa Beijing menindas para warga Muslim di Xinjiang, China tersinggung.

Beijing mendesak Washington berhenti mencampuri urusan dalam negeri China dengan dalih agama.

Jubir Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, pada hari Rabu untuk merespons tuduhan Sam Brownback—Duta AS untuk Kebebasan Beragama Internasional—perihal langkah-langkah China terhadap warga Muslim.

Diplomat Beijing itu membalas dengan membanggakan kebebasan beragama di Xinjiang yang lebih baik daripada di Amerika dengan mencontohkan perbandingan jumlah masjid.

"Orang-orang tertentu di Amerika Serikat telah berulang kali membuat tuduhan dan desas-desus sewenang-wenang, berusaha merusak kerukunan etnik China dan mencampuri urusan dalam negeri China dengan dalih kebebasan beragama," kata Zhao, seperti dikutip Xinhua, Kamis (27/2/2020).

"Kami dengan tegas menentang itu," katanya lagi.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search