Anies Tentang Gus Sholah: Amalnya Mengaliri Tiada henti

- Februari 04, 2020
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai bahwa amal yang dilakukan Pengasuh Ponpes Tebuireng, almarhum KH Salahuddin Wahid Gus Sholah, akan memberi pahala yang mengalir tidak berhenti.

Selama hidupnya, Gus Sholah memberi ilmu, juga manfaat yang begitu banyak untuk berbagai pihak, termasuk santri-santrinya.

"Pemakaman itu telah selesai. Di saat satu per satu meninggalkan, amalnya mengaliri tiada henti," ujar Anies melalui media sosial pada Selasa (4/2/2020).

Ia mengaku juga hadir di pemakaman Gus Sholah di Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 3 Februari 2020. Anies teringat begitu hangatnya Gus Sholah sekeluarga menerima kehadiran ia dan berkeluarga untuk bermalam di pondok pesantren (ponpes) Tebu Ireng beberapa tahun lalu.

"Kehangatan Ibu Farida dan almarhum Gus Sholah diingat oleh kami semua, bahkan anak-anak punya kesan khusus. Itulah pribadi mulia, itulah Gus Sholah," ujar Anies.

Gus Sholah adalah pribadi yang memiliki nilai-nilai yang bisa diteladani. Gus Sholah yang lahir di Jombang pada 11 September 1942 adalah seorang aktivis, ulama, politikus, juga tokoh pembela hak asasi manusia (HAM) di Indonesia.

"Kita semua bersaksi almarhum orang baik, pribadi bijak yang meneduhi semua, alim dan jelas dalam prinsip, matang dalam lisan, tulisan dan perbuatan. Sebuah pribadi teladan," ujar Anies.

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search