Warisan Joserizal di Gaza: "Tidak Pantas Kita Nikmati Sendiri"

- Januari 20, 2020
Meninggalnya pejuang kemanusiaan Joserizal Jurnalis meninggalkan banyak warisan. Satu diantaranya ia membidani keberadaan rumah sakit di Gaza.

Sosok dokter berusia 56 tahun yang tutup usia di RS Harapan Kita, Jakarta itu berperan aktif dalam pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza.

RS dibangun di Bayt Lahiya, Gaza utara, ruma sakit ini dibangun dari uang sumbangan warga Indonesia. Pembangunannya pun menghabiskan dana Rp126 miliar.

Perencanaannya dilakukan pada Januari 2009 dan pembangunannya dimulai pada Mei 2011. Pada 27 Desember 2015, Rumah Sakit Indonesia di Gaza diresmikan oleh mantan Wakil PresidenJusuf Kalla.

RS tersebut direncanakan untuk diperluas. MER-C dan tentunya Dr. Joserizal Jurnalis pun menggalang dana untuk biaya pembangunan perluasan rumah sakit itu.

"Kita diberikan kelapangan hidup ada suatu rahmat bagi kita, itu tidak pantas kalau nikmati sendiri. Banyak orang yang menderita di luar sana. Bukan hanya negara kita, tetapi di luar negara kita," ungkap dia dalam programNewsline Metro TV, Jumat 4 Mei 2018, Joserizal menjelaskan mengapa rumah sakit ini perlu diperluas.

"Sifat kita untuk menolong itu adalah the most neglected(yang sangat terabaikan) dan the most vulnerable(yang sangat rapuh). Kita menganggap Palestina ini adalah (golongan) yang the most neglected dan the most vulnerable," jelasnya.

"Oleh sebab itu kita punya komitmen yang tinggi terhadap Palestina, seperti juga seperti negara-negara lain seperti Myanmar, Somalia, Sudan, Lebanon selatan, Irak. Tapi Palestina lain. (penderitaan Palestina) ini perjalanannya panjang dan diokupasi dan menarik lagi adalah pengusiran warga, kemudian isolasi, isolasi ini adalah Gaza," imbuh Joserizal.


Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search