Setelah Disetrum, Kini Lutfi Dituntut 4 Bulan Penjara

- Januari 29, 2020

Pembawa bendera Merah Putih saat demo di Gedung DPR, Dede Lutfi Alfiandi (20), dituntut Jaksa pada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat  empat bulan penjara. 

"Menuntut untuk menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara empat bulan, dengan ketentuan selama berada di dalam tahanan akan dikurangi seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan," kata Andri Saputra di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, dilansir Antara, Rabu (29/1/2020).

Lutfi didakwa melawan petugas saat demonstrasi di Gedung DPR pada September 2019 lalu. Ia dianggap terbukti dan meyakinkan melanggar pasal 218 KUHP, yakni barang siapa yang dengan sengaja tidak pergi setelah diperintah tiga kali, saat ada kerumunan.

Pertimbangan jaksa menuntut Lutfi 4 bulan penjara ialah karena perbuatannya dianggap meresahkan masyarakat. Pertimbangan meringankannya ialah karena Lutfi menyesali perbuatannya dan berjanji tidak mengulanginya lagi.
Lutfi sendiri keberatan dengan tuntutan dari JPU. Ia menjelaskan, dirinya ditangkap oleh pihak Kepolisian sedang di jalan pulang ketika usai mengikuti aksi demo pelajar tolak RKUHP di Gedung DPR RI pada 30 September 2019.

"Saya ingin segera dibebaskan, karena saat itu sedang dalam perjalanan pulang," ujarnya.

Diketahui, dalam pemeriksaan sebagai terdakwa, ia mengaku tidak pernah melempar batu ke polisi. Menurut dia, dirinya dipaksa mengakui perbuatan itu.

"Tidak (melempar petugas), terus saya disuruh duduk, terus disetrum. Ada setengah jam lah, sampai kepala kepalanya saya pusing. Saya disuruh ngaku kalau lempar batu ke petugas, padahal saya tidak melempar," ujar Lutfi saat dalam keterangannya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (20/1).


Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search