Sekolah-sekolah Arab Saudi Akan Ajarkan Bahasa China, Didanai China

- Januari 23, 2020

Kerajaan Saudi Arabia (KSA) bakal memasukkan bahasa China atau bahasa Mandarin sebagai bahasa ketiga yang diajarkan di setiap sekolah dan universitas.

Pengajaran bahasa Mandarin ini sebagai upaya meningkatkan persahabatan dan kerja sama antara Riyadh dan Beijing.

Demikian hasil langsung dari kunjungan Putra Mahkota Mohammad bin Salman ke Beijing Februari 2019 lalu, di mana ia menandatangani sejumlah perjanjian dan nota kesepahaman di bidang energi, investasi, transportasi dan teknologi, yang kesemuanya diharapkan membawa hubungan bilateral ke level yang lebih tinggi.

Dilaporkan, China akan mendanai sebagian dari program bahasa, yang diperkirakan akan membuka pintu bagi warga negara Arab Saudi untuk mengisi sekitar 50.000 pekerjaan.

Anggota Dewan Direksi Masyarakat Saudi untuk Ilmu Politik, Suliman al-Ogaily menyebutkan bahwa langkah itu bagian dari kebijakan keterbukaan baru dalam mendukung program Saudi Vision 2030, sebuah rencana yang bertujuan untuk mendiversifikasi sumber-sumber pendapatan nasional dan restrukturisasi ekonomi dari minyak.

“Ini adalah keputusan yang bertujuan mempromosikan keanekaragaman budaya dan memperluas konsep pendidikan untuk mencapai tingkat interaksi dengan kekuatan ekonomi China yang melampaui impor dan ekspor, hingga investasi bersama serta pariwisata China," kata Ogaily, yang dilansir The Jerusalem Post, Selasa (21/1/2020).

Dia mencatat bahwa perdagangan antara kedua negara mencapai sekitar USD60 miliar pada tahun 2018, meningkat hampir sepertiga dari tahun sebelumnya.

Pada tahap implementasi pertama, prakarsa bahasa baru akan terbatas pada delapan sekolah menengah di tiga kota; Riyadh, Jeddah dan Dammam, yang pada akhirnya program akan diperluas untuk mencakup lebih banyak sekolah dan universitas di wilayah tambahan.

"Bahasa China, tidak akan bersaing dengan bahasa Inggris, yang merupakan bahasa kedua di kerajaan ini, setelah bahasa Arab. Itu akan selalu dilihat sebagai suplemen yang berguna dalam perdagangan luar negeri dan untuk pertukaran budaya dan pariwisata," ujarnya.

Advertisement

1 komentar:

avatar

ya rapopo toh..belajar bahasa apa saja boleh kan


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search