Penggunaan Pengeras Suara Azan di India Diminimalisir

- Januari 20, 2020

The Muslim Service Society (MSS) akan melakukan pertemuan antarorganisasi Muslim di Kozhikode pekan depan untuk memutuskan hal terkait organisasi-organisasi Muslim di Kerala, India yang berencana membatasi penggunaan pengeras suara di masjid untuk panggilan ibadah dan kegiatan religius lainnya.

Sekretaris Jenderal The MMS, TK Abdul Kareem mengatakan, perwakilan dari semua kelompok religius akan mengikuti pertemuan tersebut, seperti EK Sunnis, AP Sunnis, Mujahid, Jamaat-e-Islami.

Niat tersebut diambil oleh Presiden Negara Kerala dari Liga Muslim Uni India, Panakkad Sayed Hyderali Shihab Thangal dan Wakil Presiden Samastha Kerala Jamiyyathul Ulama, badan tertinggi umat Islam di Kerala, serta petinggi Komite Haji negara tersebut Muhammed Faizy.

Ketika memimpin ibadah dan perayaan keagamaan lainnya, volume dari pengeras suara sebaiknya jangan mengganggu orang yang tidak ikut serta di dalamnya. 

Muhammed Faizy menyampaikan beberapa masjid di negaranya menggunakan pengeras suara yang lebih besar daripada yang sebenarnya dibutuhkan.

"Pengeras suara dengan kapasitas untuk memanggil 1.000 orang digunakan di beberapa area, di mana sebenarnya kami hanya ingin memanggil 100 orang," ujar dia, dilansir dari The New Indian Express, Ahad (19/1).

Terkait dengan agenda pertemuan tersebut, Abdul Kareem menjelaskan, hal yang akan dibahas adalah mengenai pengurangan penggunaan pengeras suara di masjid. Kini, lima hingga enam masjid di area yang kecil menyuarakan azan di waktu yang berbeda-beda, dengan jeda beberapa menit.

"Kami berencana memperkenalkan sistem rotasi azan di area tertentu. Apabila terdapat beberapa masjid di suatu area, kami akan memberikan izin satu masjid untuk melakukan panggilan ibadah dalam waktu tertentu," jelasnya.

Azan dari masjid tertentu, mungkin masjid Sunnis, Mujahid, atau Jamaat-e-Islami harus dianggap sebagai panggilan untuk semua kelompok di area tersebut. Dengan begitu, panggilan ibadah dengan menggunakan pengeras suara dapat diminimalisasi.

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search