Masiku Tersangka Suap, Adian Napitupulu: Dia Korban atau Pelaku? Korban!

- Januari 20, 2020
Politikus PDIP Adian Napitupulu mengatakan tidak setuju dengan langkah KPK yang menetapkan Harun Masiku sebagai tersangka dugaan kasus suap terhadap eks KPU Wahyu Setiawan. Dalam kasus ini, kata dia, Harun bisa saja sebagai korban dari iming-iming yang dilakukan Wahyu.

Sebenarnya saat ini posisi Harun Masiku masih belum pasti, sehingga layak dapat perlindungan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

"Boleh nggak dia datang ke LPSK minta perlindungan? Kalau menurut saya harusnya dilindungi. Kenapa, butuh kepastian. Dia nih siapa, posisinya sebagai apa," ujar Adian di Jakarta Selatan, Ahad (19/1/2020).

Harun, kata dia, hanya memperjuangkan haknya yang telah didapat karena adanya keputusan partai yang didasari putusan MA. Saat dia memperjuangkan itu, ada tawaran dari Wahyu Setiawan yang merupakan komisioner KPU untuk membayar sejumlah uang agar Harun mendapatkan haknya

"Karena dalam kapasitas hukum Harun merasa benar, dia bayarlah itu. Jadi, dia korban atau pelaku? Korban. Dia berusaha mendapatkan haknya. Karena KPU memutuskan hal yang berbeda dengan putusan MA," ujarnya.

Ia juga memberikan contoh mengenai masyarakat pada umumnya yang memberikan uang untuk biaya pembuatan KTP. Adian mempertanyakan bagaimana status hukumnya orang-orang tersebut.

"Setiap warga negara punya KTP. Waktu mau ngurus kita datang ke kelurahan, orang kelurahan oknumnya minta duit, lalu kita kasih, supaya KTP-nya kita dapat. Itu penyuapan enggak? Kalau gitu tangkap jutaan yang lain," ujarnya.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search