"Islam Yes, Kafir No!" di Mana SARA-nya?

- Januari 14, 2020
"Islam-Islam Yes. Kafir-kafir No!"

Begitu bunyi yel-yel tepuk pramuka. Seorang pembina Pramuka mengajarkan yel-yel tersebut saat praktik di SD Negeri Timuran, DI Yogyakarta.

Beberapa media arus utama menyebutkan dengan kalimat "berbau SARA"

Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi, mengatakan yel-yel itu dibuat spontan oleh pembina Pramuka dari Gunungkidul.

Pernyataan beberapa media yang menggunakan kalimat "berbau SARA" diprotes oleh pakar komunikasi politik Hendri Satrio.

"SARA? Bilang Islam Yes, Kafir No, dibilang SARA? Pemeluk agama Islam memang tidak boleh jadi Kafir!" kata Hendri pada Selasa (14/1/2020).

Kalimat dari Hendri mendapatkan respons dari warganet.

"Bahkan di seluruh agama dilarang untuk kafir. Lucu memang. Kafir itu kan menyeleweng dari ajaran, lah masak mengajarkan anak agar tidak menyeleweng dianggap SARA," kata akun Kartonyono.

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search