Identitas Pembakar Alquran di Pemalang Terkuak, Katanya "Sakit Jiwa"

- Januari 30, 2020
Usai kejadian pembakaran Al quran yang dilakukan oleh Nuril Ma'arif (34), warga Desa Rangimulya, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, Polres Pemalang menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh agama dan masyarakat.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Kerukunan Umat Beragama mengimbau agar masyarakat tidak terpancing emosi dan tetap tenang.

"Kami sangat mengapresiasi bapak Kapolres yang dengan cepat mengundang kami. Sehingga kejadian pembakaran Alquran tidak memancing kemarahan masyarakat," kata Ketua MUI Kabupaten Pemalang, Syaifullah Ahmad, saat di Mapolres Pemalang.

Langkah Polres Pemalang mengundang para tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat desa dan keluarga terduga pelaku, dinilai dapat mencegah beredarnya informasi yang salah kepada masyarakat.
Apalagi informasi kejadian pembakaran Alquran beredar di media sosial, sehingga bisa menimbulkan masalah baru.

"Dalam pertemuan, Kapolres dan pihak keluarga terduga pelaku sudah menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Yakni, pelaku mengalami gangguan kejiwaan.”

Ketua FKUB Pemalang, Mudatsir mengatakan dengan penanganan cepat yang dilakukan kepolisian dan adanya pertemuan dengan perwakilan tokoh agama dan tokoh masyarakat diharapkan mampu menjaga suasana kondusif Kabupaten Pemalang.

Saya berharap dan sekaligus menghimbau agar masyarakat tetap tenang. Mari kita percayakan proses hukum kepada kepolisian," katanya.

Kapolres Pemalang AKBP Edy Suranta Sitepu mengatakan bahwa selain mengundang tokoh masyarakat dan tokoh agama, kepolisian juga mengundang keluarga terduga pelaku dan kepala desa yang bersangkutan.

"Ini adalah pidana murni. Jadi kami harap semua mempercayai proses hukum yang ada. Kami juga ingin suasana Pemalang tetep kondusif," jelasnya.



Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search