Hadapi Demo Priok, Yasonna Analogikan Ibu PSK dan Ayah Bandit

- Januari 22, 2020

MenkumHAM Yasonna Laoly Yasonna menjelaskan jika perilaku kriminal bukan berasal dari genetik tetapi karena faktor lingkungan. Sehingga, untuk membasmi kejahatan, menurutnya, tidak cukup hanya dengan menjebloskan pelakunya ke penjara tetapi juga harus dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di lingkungan sekitarnya.

"Dan ini tanggung jawab kita bersama. Karena crime is a social product, maka masyarakat juga turut bertanggung jawab secara sosial dan moral untuk membasmi akar masalahnya," tegas Yasonna Rabu (22/1/2020).

Politisi PDIP itu menyayangkan isi pidatonya yang dipelintir seolah-olah seluruh masyarakat Tanjung Priok adalah penjahat. Padahal, ia bahkan sudah memberikan contoh ekstrim lainnya untuk menunjukkan perbedaan penyebab kejahatan antara faktor genetik dan sosial ekonomi.

"Saya contohkan, beri saya dua bayi, satu yang lahir dari Ibu PSK dan ayah bandit dari slums area, misalnya di Tanjung Priok, dan anak orang berkecukupan dengan ibu sangat terdidik dan ayah pengusaha, misalnya dari menteng," tuturnya.

Kedua bayi tersebut, kata dia, kemudian ditukar satu sama lain dan dididik hingga 20 tahun kemudian. Setelah itu, kata Yasonna, anak yang lahir dari keluarga di Menteng justru akan memiliki kecenderungan berbuat kriminal ketimbang anak yang lahir dari keluarga di Tanjung Priok.

"Karena, crime is determined by socioeconomic factors rather than genetic factors. Inilah inti penjelasan yang diplintir tersebut! Jadi itu bukan menunjukkan daerahnya, tapi socioeconomic conditions, dan sudah tentu tidak mengeneralisasi daerah Tanjung Priok," tegas Yasonna.

"Memang apa yang saya sampaikan adalah penjelasan ilmiah ketimbang penjelasan politik, saya berharap ditanggapi secara ilmiah, bukan secara politik," imbuhnya.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search