Fakta yang Disembunyikan China, 20 Hari Sebelum Serangan Corona

- Januari 26, 2020
Virus Corona telah menewaskan sedikitnya 57 orang. Hal ini makin memicu kekhawatiran kesehatan di seluruh dunia.  Di Tiongkok, orang juga bisa ditangkap gara-gara menyebutkan informasi soal Corona. Setidaknya, satu pekan lalu sebelum peristiwa Corona. Corona dinilai hoaks.

Pada 3 Januari, Agence France Press (AFP) melaporkan bahwa pasukan polisi dari Wuhan, ibukota provinsi China Hubei, "telah menghukum delapan orang karena 'mempublikasikan atau meneruskan informasi palsu di internet tanpa verifikasi.'"

Pada saat itu, pasukan polisi telah memasang catatan di saluran media sosial mereka, memberi tahu orang-orang tentang penahanan dan meminta warga di Wuhan untuk mematuhi hukum dan menahan diri dari menyebarkan informasi yang salah.

Orang-orang yang diduga ditangkap telah memposting di Weibo (platform media sosial seperti Facebook) dan di aplikasi pesan lain yang menyampaikan kembali soal Sindrom Pernafasan Akut Parah, atau SARS.

Lebih dari 20 hari telah berlalu sejak penahanan itu, dan masih dunia tidak tahu banyak tentang apa yang terjadi dengan kelompok itu.  Apakah orang-orang ini benar-benar produser berita palsu?  Atau apakah mereka hanya berbagi konten tentang apa yang sekarang dikenal sebagai coronavirus 2019?

Seorang peneliti yang mempelajari informasi yang salah (hoaks) di Tiongkok bertanya kepada pada awal minggu apakah ada yang memiliki informasi tentang delapan orang yang telah ditangkap karena menyebarkan "kebohongan tentang pneumonia baru".

Sejak itu, ada yang telah berjuang untuk menemukan data tentang delapan "misinformers" Wuhan - dan hasilnya menghadapi kekosongan.

Beberapa menghadapi kendala bahasa dan zona waktu, jadi ada wartawan yang menghubungi pemeriksa fakta di Taiwan (yang berbatasan dengan China) dan meminta dukungan.

Dalam beberapa hari terakhir, warga Taiwan telah menjadi sasaran dengan banyak informasi yang salah tentang virus baru - dan mereka juga khawatir tentang hal itu.  Salah satu kebohongan paling populer yang dibagikan sejauh ini di saluran media sosial Taiwan, misalnya, adalah klaim tentang nikotin yang mampu menyembuhkan virus corona 2019, yang tidak benar sama sekali.

Summer Chen, pemimpin redaksi di Taiwan FactCheck Center, bergabung ke dalam perjalanan pencarian fakta tentang penangkapan delapan "orang yang salah informasi" itu.

Founder organisasi kemanusiaan AMI foundation Azzam Izzul Haq memberikan komentar soal itu.

"Sebelum kemudian menjadi wabah yg mengerikan, pekan lalu pemerintah China masih menutupi fakta mengenai Wuhan Coronavirus itu. Virus tsb dianggap hoaks," kata dia pada Ahad (26/1/2020).

"Bahkan, China menangkap 8 orang penyebar kabar virus. Hanya karena ingin dianggap BAIK-BAIK SAJA," ujar dia.

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search