Dua Kisah Pilu di Balik Banjir Bekasi

- Januari 04, 2020
Ada dua oleh-oleh seusai dari liputan di lokasi banjir hari ini.

Pertama, tentang mahasiswa yang terkena banjir. Ia berniat mengambil laptop di dalam rumah. Sementara ibunya sudah memintanya keluar dan segera mengungsi.

Ia tetap mengambil, alasannya satu: ada skripsi di laptop.

Mahasiswa tingkat akhir itu ke kamar, karena gelap, ia pun menyalakan korek api dan blaarr...!

Api menyambar. Membakar tubuhnya.

Hidupnya berakhir tepat saat mengambil tugas akhir.

Cerita lain, tentang kakek nenek berada di lantai dua ketika banjir menyapa rumahnya. Anak cucunya? Mereka sedang liburan. Karena terjadi korsleting listrik, akhirnya mereka tak terselamatkan. Sepasang kekasih itu pergi bersama-sama untuk selamanya.

Dua buah oleh-oleh yang menyesakkan di saat yang lain saling menyalahkan.

View this post on Instagram

Ada dua oleh-oleh seusai dari liputan di lokasi banjir hari ini. Pertama, tentang mahasiswa yang terkena banjir. Ia berniat mengambil laptop di dalam rumah. Sementara ibunya sudah memintanya keluar dan segera mengungsi. Ia tetap mengambil, alasannya satu: ada skripsi di laptop. Mahasiswa tingkat akhir itu ke kamar, karena gelap, ia pun menyalakan korek api dan blaarr...!Api menyambar. Membakar tubuhnya. Hidupnya berakhir tepat saat mengambil tugas akhir. Cerita lain, tentang kakek nenek berada di lantai dua ketika banjir menyapa rumahnya. Anak cucunya? Mereka sedang liburan. Karena terjadi korsleting listrik, akhirnya mereka tak terselamatkan. Sepasang kekasih itu pergi bersama-sama untuk selamanya. Dua buah oleh-oleh yang menyesakkan di saat yang lain saling menyalahkan. #banjir #kisah #paramuda

A post shared by Muhammad Sholich Mubarok (@paramuda) on

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search