Cucu Pendiri NU Dikeroyok Habis Mengisi Maulid di PKS

- Januari 19, 2020

Cucu Pendiri NU KH Solachul A’am Wahib yang akrab disapa Gus Aam mengakui kehadirannya di acara Maulid Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ahad (28/12), sempat menjadi kontroversi. Bahkan sempat ‘ditawur’ teman dan keluarga.

“Ada dua sebab. Pertama, mengapa menghadiri acara PKS? Kedua, mengapa mengkritik NU di depan kader PKS? Dua ini saja, rupanya,” tegas dia pada Ahad (19/1/2020) di Surabaya.

Ketika dia menjelaskan satu-satu, tambahnya, semua bisa memahami. Meski begitu, masih saja ada yang sulit menerima. “Terutama mereka yang kadung terdoktrin keliru. Sehingga PKS harus salah,” katanya sambil tertawa.

Menurut Gus Aam, sekarang ini, hanya PKS yang layak dibahas. Karena partai ini telah menjadi bulan-bulanan isu wahabi dan khilafah. Partai-partai nasionalis, kelihatan sangat takut dengan PKS. Intinya takut kalau partai Islam ini menjadi besar.

Mereka kemudian mengajak ormas Islam, terutama NU untuk memainkan isu wahabi dan khilafah. Kedua isu itu ditembakkan kepada PKS dan efektif.

“Anda bisa saksikan, betapa banyak kader NU, baik struktural maupun kultural yang ikut mestigma PKS sebagai partai wahabi, partai khilafah. Gerakan ini semakin masif ketika orang seperti Abu Janda, Denny Siregar ikut kampanye anti wahabi dan khilafah. Saking masifnya, ada Ketua NU yang terang-terangan ingin menghabisi PKS. Ini luar biasa,” tegasnya

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search