Anak SD Poso Menangis: Juara 1 Lari 21 KM Tapi Nggak Dapat Hadiah

- Januari 30, 2020
Anak Sekolah Dasar dari Desa Pandiri, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso, Asmarani Dongku, menangis setelah mengetahui juara I lari maraton 21 kilometer. Ia menangis bukan terharu, melainkan ternyata ia tidak mendapat hadiah.

Lomba itu digelar Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulawesi Tengah di Kabupaten Poso dalam rangka syukuran pekerjaan peningkatan jalan Kelurahan Lawanga - Toyado pada 25 Januari 2020.

Gadis yang duduk di kelas VI itu mengikuti lomba lari 21 kilometer diikuti 40 perserta.

Start lari dari kantor bupati Poso dan finish di Desa Toyado, Kecamatan Lage.

"Saya menangis, capek dan tidak ada hadiahnya. Nanti di finish baru dibilang tidak ada hadiahnya. Kalau saya tau tidak ada hadiahnya, saya tidak akan ikut pak," kata Asmarani, di Poso, Selasa (28/1/2020).

Asmarani merupakan keluarga pelari yang hidup sederhana. Ia tertarik ikut lomba tersebut karena ajakan tetangganya.

Dari pengalaman mengikuti lomba lari, selalu ada hadiahnya berupa uang tunai mulai dari Rp1-3 juta untuk juara I.

Kepala Dinas PU Sulteng, Saifullah Djafar dihubungi dari Poso, mengatakan lomba lari itu tidak memiliki hadiah, sebab acara itu bukan lomba lari namun hanya acara syukuran atas selesainya pekerjaan peningkatan jalan Kelurahan Lawanga- Toyado.

Bagi pemenang hanya mendapatkan medali, sebagai tanda keikutsertaan dalam acara itu.

"Jadi sejak awal kita sudah sampaikan, bahwa acara ini tanpa hadiah dan gratis," jelas Saifullah.

Acara syukuran itu diikuti peserta dari Poso dan Palu yang telah mengetahui tidak ada hadiahnya.

Dalam mengikuti acara lomba lari itu harus mendaftar melalui komunitas masing-masing dan mendaftar secara kolektif ke pelaksana.

"Kemungkinan anak itu mendaftar tanpa diberikan informasi bahwa lomba itu tak ada hadiahnya hanya medali," aku Saifullah seperti dilansir Antara.

Kabag Humas dan Protokoler Pemda Poso, Wayan mengatakan kegiatan itu tidak ada sangkut pautnya dengan Pemda Poso.

Bupati saat itu hanya diberikan waktu untuk melepas peserta lari.

Advertisement

3 komentar

avatar

Kok pada pelit sekali ya, pejabatnya. Kalau saya yg jadi guru di SD di mana anak itu sekolah, rela untuk patungan untuk memberi hadiah uang sbg pembinaan. Toh dia si anak tsb ada potensi sebagai atlet lari maraton.

avatar

Kok pada pelit sekali ya, pejabatnya. Kalau saya yg jadi guru di SD di mana anak itu sekolah, rela untuk patungan untuk memberi hadiah uang sbg pembinaan. Toh dia si anak tsb ada potensi sebagai atlet lari maraton.

avatar

Tlg dong panitia lari beri penghargaan berupa uang kpd para juara,apalagi mrk dr kel krg mampu


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search