Ujung Nasib Pria "Setengah Matang" Menari Ular di Pesantren, Disaksikan Pejabat Kemenag

- Desember 20, 2019
Aksi tarian ular bersama dua waria di salah satu lingkungan pesantren di Kota Salak membuat berang umat Islam tak terkecuali Lembaga Dakwah Front Pembela Islam (FPI) Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara (Sumut).

"Kami mengutuk aksi tarian ular yang dibawakan oleh para waria tersebut,"ujar Ketua Lembaga Dakwah FPI Kota Padangsidimpuan, Dimas Prayuda, didampingi Komandan Laskar Pembela FPI, Mekar Sanjaya, Jumat (20/12/2019).

Oknum pejabat yang diduga sengaja menggelar kegiatan itu diminta untuk memberikan penjelasannya langsung kepada masyarakat.

Tidak selayaknya seorang yang mempunyai pengetahauan agama membuat acara yang bisa merusak moral masyarakat, terutama ummat Islam.

"Kami meminta kepada Kementerian Agama RI agar mengevaluasi kinerja oknum pejabat di kalangan Kemenag Kota Padangsidimpuan yang sengaja atau tidak sengaja membuat acara itu," tandasnya.

Secara tegas FPI menolak semua kegiatan-kegiatan yang merusak moral di Kota Padangsidimpuan. Sebelumnya, warga di Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, dihebohkan dengan aksi tari ular sejumlah waria disalah satu lingkungan pesantren di Kota Salak itu.

Aksi itu dalam rangka menyambut hari jadi Kementerian Agama. Dalam video terlihat dua orang waria berpakaian warna merah dan unggu dengan motif baju India, menari-nari dengan dua ekor ular di tengah ratusan warga yang umumnya dari kalangan anak-anak. Tanpa rasa malu, para waria memegang dan menari dengan ular.

Aksi tersebut spontan membuat para penonton baik yang duduk di bawah teratak maupun yang diluar terlihat bersorak. Sebagian lagi, nekat menjerit dan lari ketika waria yang sedang memegang ular mendekat kepadanya.

Ironisnya, tarian ular itu juga disaksikan oleh para pejabat di lingkungan Kementerian Agama, Kota Padangsidimpuan.

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search