Perbedaan Sketsa dengan Wajah Asli Dua Tersangka

- Desember 29, 2019

Para tersangka yang menyiramkan air keras terhadap Novel Baswedan
yang terdiri dari dua polisi aktif   akhirnya muncul di hadapan publik. Kedua tersangka berinisial RM dan RB itu muncul saat dipindahkan dari Rutan Polda Metro Jaya ke Rutan Bareskrim Polri, Jakarta, Sabtu (28/12).

Sebelum keduanya ditangkap, pihak yang berwajib sempat menyebar sketsa wajah penyerang Novel. Setidak sebanyak tiga kali.
Pengacara Novel Baswedan, Alghiffari Aqsa, meragukan kecocokan sketsa wajah yang dirilis polisi dengan tersangka yang ditangkap.

"Polri harus menjelaskan keterkaitan antara sketsa wajah yang pernah dirilis dengan tersangka yang baru saja ditetapkan," ujar Alghiffari dalam siaran persnya, Jumat (27/12).

Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono menyebut sketsa bukan berasal dari polisi. Ia menegaskan sketsa yang pernah dirilis merupakan hasil dari keterangan saksi.

"Sketsa itu dari mana, sih? Dari saksi. Kalau saksi satu orang itu melihat sekali saja, ya, seperti itu gambarannya," kata Argo, Sabtu (28/12).

Sketsa pertama ditunjukan Kapolri Tito Karnavian pada 31 Juli 2017. Sketsa tersebut diperoleh dari keterangan saksi yang melihat terduga sebelum peristiwa penyerangan 11 April 2017.

Polisi merilis wajah seorang pria dengan tinggi badan sekitar 170 sentimeter dengan ciri-ciri fisik kulit hitam, rambut keriting, dan berbadan ramping.

Sketsa kedua ditunjukan polisi saat bertemu KPK pada 24 November 2017. Dalam sketsa itu, ada dua wajah yang dirilis.

Pertama, satu pria dengan rambut pendek. Kedua, terduga digambarkan memiliki rambut yang cukup panjang.

Sketsa ketiga dirilis pada 5 Januari 2018. Dalam sketsa yang terakhir ditunjukan ini, tampak sosok pria yang menggunakan topi berwarna gelap dengan ciri-ciri berusia sekitar 38 tahun dengan tinggi badan sekitar 172 cm.

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search