Pangeran Arab Saudi Membenarkan Keputusan China Soal Uighur

- Desember 25, 2019
Pangeran mahkota Arab Saudi,  membenarkan keputusan China untuk 'memukimkan' Muslim Uighur. Hal tersebut dinilai salah satu upaya membersihkan ekstrimisme.

 "China memiliki hak untuk melakukan pekerjaan anti-terorisme dan ekstremisasi untuk keamanan nasionalnya," kata Pangeran Mohammed, yang telah berada di China menandatangani banyak kesepakatan dagang yang membuat kesal sekutu Baratnya, seperti dikutip oleh  Televisi pemerintah Tiongkok pada awal tahun ini seperti dilansir The Telegraph.

Xi Jinping, pemimpin Tiongkok, mengatakan kepada putra mahkota bahwa kedua negara harus memperkuat kerja sama internasional tentang deradikalisasi untuk "mencegah infiltrasi dan penyebaran pemikiran ekstremis".

China telah menahan sekitar satu juta Muslim Uighur di kamp-kamp konsentrasi, tempat mereka menjalani program pendidikan ulang yang diduga dimaksudkan untuk memerangi ekstremisme.

Uighur adalah kelompok etnis Turki yang mempraktikkan Islam dan tinggal di Cina Barat dan sebagian Asia Tengah.

 Beijing menuduh minoritas di wilayah Xinjiang Baratnya mendukung terorisme dan ekstrimisme.

Muslim Uighur mengimbau pangeran muda Saudi yang kuat untuk mengangkat perjuangan mereka, karena kerajaan ultrakonservatif secara tradisional menjadi pembela hak-hak Muslim di seluruh dunia.

Namun para pemimpin Muslim sejauh ini tidak membahas masalah dengan China. Sebab dalam beberapa tahun terakhir, China telah menjadi mitra dagang penting dengan Timur Tengah.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search